Beberapa pasang pemain begitu identik satu sama lain, sehingga rasanya janggal jika kita menyebutkan satu pemain tanpa yang lainnya.

Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic, Emile Heskey dan Michael Owen. Itu hanya tiga contoh ketika pasangan pemain sangat familiar satu dengan yang lainnya. Namun berikut ini kita akan melihat dua pemain yang banyak orang menyangka mereka pernah berada dalam satu tim. Berikut adalah lima pasang di antaranya.

Robert Pires dan Ashley Young

Pada saat Robert Pires bergabung dengan Aston Villa pada awal musim 2010/2011, ia sudah melewati masa keemasannya. Karier Ashley Young di sisi lain sedang meroket, dan ia merupakan salah satu pemain sayap kelas atas di Liga Inggris.

Ini adalah musim terakhir Young di Villa Park sebelum menyegel kepindahan ke Manchester United. Dan tidak ada cara yang lebih baik untuk menghabiskan musim terakhirnya bersama Villa dengan ditemani legenda Premier League. Pires menghabiskan sebagian besar musim ini bermain dalam peran sebagai playmaker. Sedangkan rekan seperjuangannya beroperasi di sisi kanan untuk membawa Aston Villa mengamankan posisi kesembilan di akhir musim.

Fabinho dan Cristiano Ronaldo

Kisah Fabinho di Real Madrid sangat pendek. Pemain asal Brasil itu memasuki Santiago Bernabeu dengan kontrak pinjaman selama satu tahun dari klub Portugal Rio Ave.

Setelah tampil mengesankan untuk Tim B, ia diberi kesempatan untuk bermain di tim senior melawan Malaga. Ia membantu Los Blancos meraih kemenangan 6-2, dengan berada satu tim bersama pemain seperti Luka Modric, Mesut Ozil dan tentu saja, Cristiano Ronaldo. Sayangnya Real Madrid tidak terkesan dengan perkembangannya di Santiago Bernabeu, dan ia tidak dikontrak secara permanen di akhir musim.

Louis Saha dan Alan Shearer

Louis Saha telah banyak berpetualang di Premier League. Ia bermain untuk Fulham, Manchester United dan Everton. Namun, tahukah Anda sebelum ia membangun namanya di Liga Inggris, Saha pernah menjalani masa pinjaman yang singkat dengan Newcastle United.

Ini adalah momen ketika Newcastle United dianggap sebagai salah satu tim yang berbahaya di Premier League. Lini depan mereka dipimpin oleh Alan Shearer yang tampil tajam di sepanjang musim. Namun sayang Saha tidak cukup berhasil di klub itu, dan hanya berhasil mencetak satu gol selama masa bermainnya di St James Park.

Pierre Emerick Aubameyang dan Eden Hazard

pasangan pemain

Sebelum menjadikan diri mereka sebagai bintang, Pierre Emerick Aubameyang dan Eden Hazard secara singkat berbagi ruang ganti di Lille. Di saat Hazard mulai bersinar selama musim 2009/2010, Aubameyang, yang dipinjam dari Milan pada saat itu, masih berusaha untuk membangun namanya di sepak bola Eropa.

Striker asal Gabon itu hanya berhasil mencetak dua gol di Ligue 1 di sepanjang musim itu. Jumlah gol itu sama sekali tidak terpikirkan mengingat performa mencetak gol yang dia tunjukkan saat ini.

Marko Arnautovic dan Mario Balotelli

Dengan pasang pemain biang masalah ini di ruang ganti, adalah keajaiban melihat Inter berhasil memenangkan dua kali Serie A dan Liga Champions selama musim 2009/2010. Memang, Arnautovic nyaris tidak bermain di bawah José Mourinho, karena menurut manajer itu sang pemain memiliki kelakukan seperti anak kecil.

Sementara itu, Mourinho memiliki pendapat berbeda tentang Balotelli. Menurutnya Balotelli memang pemain yang bisa menimbulkan masalah di lapangan, namun kualitas yang ia miliki membuatnya mendapat kesempatan bermain dari Mourinho di Inter Milan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.