Beranda Crystal Palace Wilfried Zaha Jadi Pemain Pertama Premier League yang Tidak Melakukan Aksi Berlutut

Wilfried Zaha Jadi Pemain Pertama Premier League yang Tidak Melakukan Aksi Berlutut

0
Wilfried Zaha Jadi Pemain Pertama Premier League yang Tidak Melakukan Aksi Berlutut
LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 05: Wilfried Zaha of Crystal Palace during a Pre-Season Friendly match between Crystal Palace and Brondby IF at Selhurst Park on September 5, 2020 in London, England. (Photo by Matthew Ashton - AMA/Getty Images)

Penyerang berkebangsaan Pantai Gading itu tidak melakukan aksi berlutut sebagai bentuk perlawanan menghadapi rasisme. Sebab ia merasa pesan yang terkandung dalam tindakan tersebut sudah sia-sia karena telah menjadi bagian rutin menjelang pertandingan sepakbola.

Dalam setahun terakhir, banyak olahragawan yang melakukan aksi berlutut sebagai bentuk kampanye memerangi rasisme di seluruh dunia. Bahkan hingga saat ini aksi tersebut masih dilakukan sebagai bentuk dukungan masyarakat untuk memerangi aksi rasisme yang diterima oleh beberapa orang.

Akan tetapi, Wilfried Zaha merasa tindakan tersebut saat ini sedikit sia-sia karena aksi berlutut itu telah menjadi bagian rutin menjelang pertandingan. Padahal diluar sana masih banyak pihak yang menerima pelecehan rasisme, entah secara online maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemain Crystal Palace tersebut tidak melakukan aksi berlutut jelang pertandingan menghadapi West Bromwich Albion pada Sabtu (13/3) malam lalu. Disaat semua orang melakukan aksi berlutut, dirinya tetap berdiri tegap hingga wasit meniup peluit untuk memulai pertandingan.

Ia melakukan hal itu karena merasa perlu adanya tindakan yang lebih tegas lagi untuk menghadapi persoalan tersebut. Selain itu, dirinya juga berharap kepada otoritas terkait untuk melakukan pendekatan lain agar bisa meminimalisir atau bahkan menghilangkan sikap rasisme terhadap orang lain kedepannya.

“Keputusan saya tetap berdiri jelang pertandingan dimulai bertujuan untuk memberikan perhatian kepada publik tentang hal ini. Tidak ada yang benar atau salah, namun saya merasa aksi berlutut saat ini hanya sebagai bagian rutin sebelum dimulainya pertandingan,” ucap Wilfried Zaha dikutip dari Skysports.

“Kita melakukan aksi berlutut atau tidak, diluar sana tetap saja ada orang yang menerima tindakan rasisme. Saya menghargai semua orang dan otoritas yang terlibat dalam kampanye ini, baik dari pihak Premier League maupun pihak dari klub,”

“Dalam kehidupan bermasyarakat, saya merasa kita seharusnya terus mengembangkan pendidikan di sekolah mengenai hal ini. Selain itu, perusahaan sosial media juga perlu mengambil tindakan tegas mengenai rasisme yang terjadi secara online dan tidak hanya melibatkan para pesepakbola saja.” tutup Wilfried Zaha.

Pemain asal Pantai Gading itu sebenarnya baru kembali tampil setelah sebelumnya harus absen dalam beberapa pertandingan akibat mengalami cedera. Kehadirannya di lapangan membuat Crystal Palace sukses mengamankan tiga poin dari West Bromwich Albion setelah memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1-0.

Aksi yang dilakukan oleh Wilfried Zaha ini bukan yang pertama kalinya di Inggris, sebab Brentford dan Bournemouth telah melakukan hal tersebut terlebih dulu di Championship sejak bulan Februari. Kedua tim itu telah berkomitmen untuk tidak melakukan aksi berlutut jelang dimulainya pertandingan sampai kompetisi musim ini berakhir.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: