UEFA kini telah resmi menghapus aturan gol tandang di kompetisi Eropa mulai musim depan. Pertandingan akan berlanjut sampai babak tambahan hingga adu penalti jika skor dua tim yang bertanding tetap seimbang.

Komite Eksekutif UEFA telah menyetujui proposal mengenai penghapusan aturan gol tandang dari Komite Klub Kompetisi UEFA dan Komite Sepakbola Wanita UEFA pada Kamis (24/6) malam. Itu berarti, aturan yang telah berlaku sejak tahun 1965 silam sudah tidak akan diterapkan mulai musim depan.

Sebelumnya UEFA menerapkan aturan gol tandang, dimana tim yang mencetak lebih banyak gol di markas lawan akan mendapat keuntungan. Aturan ini sangat berpengaruh sehingga membuat banyak tim berencana untuk mencetak gol di markas lawan dan bermain bertahan ketika bermain di kandang sendiri pada fase gugur.

Banyak tim juga yang mengeluhkan aturan tersebut dan merasa tidak adil, karena menganggap pertandingan menjadi sedikit tidak sportif. Bahkan lebih banyak pihak yang ingin aturan gol tandang ini dihapus sejak beberapa tahun lalu.

Salah satu orang yang menolak aturan gol tandang ini adalah pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone yang mengatakan aturan ini sedikit tidak adil. Padahal Atletico Madrid mendapat keuntungan dari aturan gol tandang tersebut di babak 16 besar Champions League 2019/20 lalu.

“Saya akan mengatakan ini di pertemuan pelatih UEFA yang akan datang. Saya pikir aturan gol tandang ini tidak adil,” ucap Diego Simeone setelah pertandingan melawan Liverpool pada awal tahun 2020 lalu dilansir dari Goal.

“Hari ini bukan hanya kami berhasil mencetak tiga gol tandang ke gawang Liverpool dengan tambahan waktu 30 menit. Liverpool tidak memiliki kelebihan waktu itu di pertandingan sebelumnya,”

“Kami diberikan 30 menit lebih untuk mencetak gol tandang, tetapi tidak untuk Liverpool. Untuk saya itu benar-benar tidak adil.”.

Aturan gol tandang dibuat untuk tim-tim tuan rumah lima dekade lalu karena akses untuk pergi ke luar negeri saat itu cukup sulit. Selain itu, faktor kelelahan dalam perjalanan juga menjadi alasan UEFA untuk memberi ‘sedikit’ keuntungan kepada tim yang bermain di markas lawan.

Untuk aturan baru musim depan, tim yang masih memiliki skor imbang dalam dua pertemuan di fase gugur akan dilanjutkan ke babak tambahan dan adu penalti jika diperlukan. Karena saat ini sudah tidak sulit seperti dulu lagi untuk berpergian dari satu negara ke negara lain dan waktu yang dibutuhkan juga lebih singkat.

Aturan ini akan diterapkan di seluruh kompetisi Eropa mulai musim depan seperti Champions League, Europa League dan Conference League.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.