Beranda Sepakbola Indonesia Tradisi Tradisi Unik Klub Bola Indonesia Menyambut Kompetisi

Tradisi Tradisi Unik Klub Bola Indonesia Menyambut Kompetisi

0
Tradisi Tradisi Unik Klub Bola Indonesia Menyambut Kompetisi

Sebelum memulai kompetisi, klub-klub sepak bola biasanya menjalani pramusim dengan menggelar berbagai uji coba. Kegiatan itu dilakukan untuk mempersiapkan tim mengarungi kompetisi sesungguhnya.

Klub sepak bola Eropa kerap menjalani pramusim dengan pergi ke Asia dan Amerika. Selain untuk mengunjungi fans, mereka sering menguji ketahanan tubuh dengan suhu panas yang di kawasan timur.

Namun, situasi berbeda terjadi di Liga Indonesia. Situasi pramusim sering diisi dengan turnamen-turnamen yang malah gengsinya seperti kompetisi sesungguhnya.

Tak jarang para pelatih justru dicopot karena performa klub yang jeblok di turnamen pramusim. Selain itu ada beberapa persiapan nonteknis yang sering dilakukan oleh klub.

Persiapan ini malah menjadi tradisi dari sejumlah klub sepak bola Indonesia sebelum berlaga di kompetisi yang sesungguhnya. Bola.com merangkum enam tradisi unik klub Indonesia yang didapat dari berbagai sumber.

1. Bali United Mengunjungi Tiga Pura Besar

Bali United memiliki tradisi mengunjungi 3 pura besar di Pulau Dewata sebelum kompetisi. Ketiga Pura tersebut yakni Pura Besakih, Pura Batur, dan Pura Ulun Dani.

Tradisi ini diikuti seluruh anggota tim Bali United baik pemain maupun manajemen dan mengenakan pakaian adat khas Bali dengan nuasa putih. Tujuan dari kegiatan ini untuk mempererat persaudaraan antarpemain dan manajemen.

2. PSIM Yogyakarta Ziarah ke Makam Raja di Imogiri
PSIM Yogyakarta juga memiliki tradisi sebelum mengarungi kompetisi liga. Klub berjuluk Laskar Mataram itu punya tradisi tahunan yang telah berlangsung bertahun-tahun, yakni melakukan ziarah ke makam raja-raja di Imogiri.

Sebelum masuk ke area makam, seluruh rombongan mengenakan pakaian adat jawa sebagai bentuk penghormatan adat setempat. Dengan tradisi tersebut, PSIM Yogyakarta berharap mendapatkan berkah selama mengarungi kompetisi.

3. Barito Putera Melestarikan Tradisi Batapung Tawar

Batapung Tawar merupakan tradisi yang masih dipegang teguh masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Tradisi ini dilakukan dengan memercikkan air yang dicampur dengan tepung ke badan sebagai doa agar diberikan keselamatan.

Tradisi ini juga dilakukan oleh Klub Liga 1 asal Banjarmasin, Barito Putera. Setiap akan memulai kompetisi, skuat Barito Putera akan melakukan tradisi ini berbarengan dengan acara salawat.

4. PSIS Semarang Mengunjungi Pondok Pesantren
Kontestan Liga 1, PSIS Semarang tiap tahun memiliki agenda untuk mengunjungi pondok pesantren sebelum kompetisi dimulai. Klub asal Semarang tersebut memberikan bantuan kepada pondok pesantren yang dituju.

Selain itu, rombongan PSIS Semarang juga melakukan doa bersama dengan para santri di pondok pesantren dengan harapan dapat memulai kompetisi dengan lancar.

5. Arema FC Melakukan Tradisi Memengan
Memengan merupakan tradisi membagi-bagikan makanan berupa kue apem yang sering dilakukan oleh masyarakat Jawa Timur dan sekitarnya. Tradisi ini sering dilakukan dalam menyambut bulan Ramadan.

Sebelum mengarungi liga 1, Arema FC melakukan tradisi tersebut. Manajemen Singo Edan membagikan kue apem sekitar 1.300 buah kepada semua penonton yang hadir launching Arema FC.

6. Persis Solo dan Persela Lamongan menggelar Doa Bersama
Persis Solo dan Persela Lamongan biasanya menggelar doa bersama sebelum menjalani kompetisi. Doa bersama itu diikuti seluruh pemain dan tim pelatih.

Untuk Persis, para pemain dan manajemen bisanya melakukan nyekar ke makam Pangeran Sambernyawa di Matesih, Karanganyar.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: