Profil Novak Djokovic, The Djoker

0
26
83

Novak Djokovic merupakan seorang petenis asal Serbia yang memenangkan turnamen Grand Slam pertamanya pada tahun 2008. Selain itu, Djokovic juga menjadi petenis nomor satu pada peringkat ATP tahun 2020 ini dan 2011 lalu.

Meskipun menempati posisi teratas dalam peringkat ATP, Djokovic baru meraih medali perunggu pada Olimpiade yang berlangsung di Beijing tahun 2008. Meskipun begitu, petenis asal Serbia tersebut kini berhasil mengungguli petenis hebat lainnya seperti Rafael Nadal serta Roger Federer.

Perjalanan Karir Novak Djokovic

Novak Djokovic

Djokovic sudah bermain tenis sejak usia empat tahun, sama seperti yang dilakukan oleh petenis asal Inggris yakni Andy Murray. Ketertarikannya terhadap dunia tenis membuat dia dikirim ke Jerman pada usia 13 tahun untuk menekuni bidang tersebut.

Setahun setelah dikirim ke Jerman, Djokovic berhasil meraih tiga gelar juara pada kategori tunggal putra, ganda serta campuran di kejuaraan Eropa. Kemudian pada tahun 2004 dia berhasil meraih gelar pertamanya dalam turnamen ATP Challengers melalui babak kualifikasi yang saat itu berlangsung di Budapest.

Setelah itu Novak Djokovic juga mengikuti kualifikasi turnamen Wimbledon dan berhasil menembus babak ketiga. Pencapaiannya tersebut membuat petenis asal Serbia tersebut merangsek masuk ke daftar 100 besar dalam peringkat ATP.

Perkembangannya setelah menekuni olahraga tenis terus meningkat pesat hingga berhasil mengalahkan tiga petenis terbaik dunia saat itu, Rafael Nadal, Roger Federer, dan Andy Roddick. Hasil luar biasa yang diraihnya tersebut berhasil membawanya menjadi salah satu dari tiga petenis dunia di tahun 2007.

Perjalanan Menjadi Nomor Satu Dunia

Satu tahun berikutnya Djokovic berhasil meraih medali perunggu saat mewakili Serbia pada Olimpiade Beijing tahun 2008. Selain itu, dia juga memberikan Serbia Piala Davis yang diraih untuk pertama kali dalam sejarah negara tersebut pada 2010 lalu.

Memasuki tahun 2011, Novak Djokovic berhasil meraih 43 kemenangan secara beruntun dan menjadikannya petenis nomor satu di tahun tersebut. Gelar juara Wimbledon, US Open serta Australia Open telah diamankannya saat itu.

Tetapi di tahun 2012, performa dari Novak Djokovic mulai menurun dan terlihat dari hasil pertandingannya melawan beberapa petenis kelas dunia lain. Pada turnamen Wimbledon, petenis asal Serbia itu dikalahkan oleh Roger Federer di partai final.

Selain itu di US Open, Andy Murray berhasil meraih gelar juara turnamen tersebut setelah mengalahkan Djokovic dalam pertandingan yang berlangsung lima set tersebut.

Performa Djokovic Mulai Menurun

Novak Djokovic mulai mengalami penurunan performa secara drastis karena mengalami cedera pada bagian siku di tahun 2016. Bahkan saat itu di Olimpiade Rio de Janeiro, Djokovic dikalahkan oleh wakil dari Argentina yakni Martin del Potro.

Namun di tahun 2018, Djokovic berhasil bangkit dan kembali memenangkan berbagai gelar juara dunia tenis lagi. Saat itu petenis asal Serbia tersebut meraih gelar juara turnamen Wimbledon dan meraih gelar juara Grand Slam yang ke-14 setelah mengalahkan Martin del Potro di turnamen tersebut.

Kini Novak Djokovic masih memegang peringkat teratas dalam peringkat ATP dengan di atas Rafael Nadal, Dominic Thiem dan Roger Federer. Di luar lapangan, Djokovic dijuluki sebagai “Djoker” yang merujuk dari nama keluarganya dan karakter fiksi joker. Sebab petenis asal Serbia tersebut merupakan orang yang menyenangkan bagi orang-orang di sekelilingnya.

Djokovic dapat berbicara empat bahasa yang berbeda yaitu Serbia, Inggris, Jerman serta Italia. Selain itu, petenis nomor satu dunia tersebut juga mendirikan sebuah organisasi di Serbia untuk membantu anak-anak yang kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.