Jorge Lorenzo merupakan salah satu pembalap asal Spanyol yang sukses di MotoGP selain Marc Marquez dalam sepuluh tahun terakhir. Bahkan ia sempat menjadi juara dunia setelah bersaing dengan deretan pembalap hebat seperti Dani Pedrosa, Casey Stoner, Nicky Hayden dan tentunya Valentino Rossi.

Selama berkarir di MotoGP selama sebelas tahun, Jorge Lorenzo berhasil menyabet dua gelar juara dunia pada musim 2010, 2012 dan 2015. Kemudian pada musim 2019 lalu, pria berumur 33 tahun tersebut memutuskan pensiun di tim pabrikan Honda.

Satu Tim dengan Legenda MotoGP di Musim Perdana Bersama Yamaha

Pembalap asal Spanyol itu tampil di MotoGP sejak musim 2008 ketika berhasil menjuarai kelas 250cc saat itu bersama Aprilia. Saat itu ia dikontrak oleh Yamaha selama dua musim dan langsung satu tim dengan Valentino Rossi yang merupakan legenda hidup MotoGP.

Jorge Lorenzo saat itu tampil baik bersama Valentino Rossi sebab masih bisa bersaing secara ketat dengan Honda di posisi terdepan. Meskipun pada akhirnya ia harus berada di peringkat keempat klasemen akhir pembalap pada akhir musim, sementara Valentino Rossi berhasil menjadi juara dunia.

Di musim 2009, performa Jorge Lorenzo kian membaik setelah dirinya mengungguli Dani Pedrosa dan Casey Stoner di tabel klasemen pembalap pada akhir musim. Saat itu, Valentino Rossi kembali menjadi juara dunia dan dirinya hanya terpaut 45 poin dari rekan setimnya tersebut.

Lalu pada musim 2010, akhirnya Jorge Lorenzo berhasil menjadi juara dunia setelah memenangkan sembilan balapan di musim tersebut. Pembalap asal Spanyol tersebut unggul jauh dari kejaran poin milik Dani Pedrosa dan Valentino Rossi saat itu.

Lanjut ke musim 2011 dimana dirinya sudah tidak satu tim lagi dengan Valentino Rossi sebab pembalap asal Italia itu memutuskan untuk memperkuat Ducati. Yamaha waktu itu menunjuk Ben Spies yang pernah menjadi juara dunia Superbike pada tahun 2009.

Sayangnya Ben Spies saat itu tampil buruk meskipun Jorge Lorenzo masih mengangkat posisi Yamaha di klasemen konstruktor. Di musim tersebut, Jorge Lorenzo gagal mempertahankan gelar juaranya sebab Casey Stoner berhasil mengumpulkan poin jauh lebih banyak pada akhir musim.

Tetapi pada musim 2012, Jorge Lorenzo berhasil kembali keluar sebagai juara dunia setelah bersaing ketat dengan Dani Pedrosa saat itu. Karena kedua pembalap asal Spanyol tersebut hanya memiliki selisih 18 poin saja.

Sayangnya setelah itu, Jorge Lorenzo harus kalah dari debutan MotoGP yang berhasil menjadi juara dunia musim 2013 yakni Marc Marquez bersama tim Honda. Jorge Lorenzo saat itu berhasil memenangkan tiga balapan terakhir tetapi pada akhir musim keduanya masih terpaut 14 poin.

Di musim 2014, ia hanya dapat meraih posisi tiga pada akhir klasemen pembalap dan berada dibelakang Marc Marquez serta Valentino Rossi yang kembali ke Yamaha. Namun pada tahun 2015, Jorge Lorenzo kembali menjadi juara dunia dan kali ini hanya terpaut lima poin dari Valentino Rossi yang merupakan rekan setimnya.

Penurunan Performa Jorge Lorenzo Setelah Hengkang dari Yamaha

Musim 2016 merupakan tahun terakhirnya bersama Yamaha dan Jorge Lorenzo finish di posisi ketiga saat itu. Setelah itu ia memutuskan untuk hengkang ke Ducati dan sayangnya performa pembalap asal Spanyol itu jauh lebih menurun ketimbang sebelumnya.

Sebab pada tahun 2017, Jorge Lorenzo hanya finish di posisi ketujuh bersama Ducati hanya dengan koleksi 137 poin. Musim berikutnya pun begitu, pembalap tersebut hanya bisa mengumpulkan 134 poin dan merupakan yang paling rendah selama ia tampil di MotoGP.

Oleh sebab itu, ia memutuskan untuk bergabung Honda pada musim 2019 dan satu tim bersama Marc Marquez. Sayangnya di musim tersebut merupakan penampilan terburuknya selama berkarir di MotoGP sebab ia hanya mengumpulkan 28 poin saat itu.

Di musim 2019 tersebut, Jorge Lorenzo tidak pernah menyentuh sepuluh besar pada akhir balapan dan dirinya sempat terjatuh dalam dua seri. Oleh sebab itu, pembalap asal Spanyol tersebut memutuskan pensiun sebab dirinya sudah tidak mampu lagi untuk bersaing dengan pembalap lain di MotoGP.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.