Profil George Weah, Legenda Liberia yang Pernah Bermain di Tiga Negara Eropa

0
359
George Weah
80

Setelah sukses sebagai pesepakbola, George Weah kini mulai menjajal peruntungannya di dunia politik. Weah termasuk dalam jajaran pesepakbola legendaris dunia yang pernah membela sejumlah klub ternama seperti PSG, AC Milan, Chelsea dan Manchester City. Jika ditotal, Weah telah mendedikasikan hampir 20 tahun hidupnya untuk menggeluti dunia sepakbola.

Meski kini telah berubah menjadi seorang politikus, nama George Weah jelas akan selalu menjadi kenangan manis bagi para pecinta sepakbola, khususnya para fans AC Milan. Pasalnya, Milan adalah klub yang paling lama ia bela. Seperti apa profil lengkapnya? Berikut profil George Weah selengkapnya.

Masa Kecil

George Weah dilahirkan pada tanggal 1 Oktober 1966 dari seorang ayah yang bernama William T. Weah, Sr dan ibunya, Anna Quayeweah. Weah kecil tumbuh di daerah Clara Town yang masih berada dalam kawasan Monrovia, Liberia. Ia adalah keturunan etnik Kru yang berasal dari daerah Grand Kru County, Liberia.

Dalam keluarganya, Weah memiliki tiga saudara laki-laki. Usai orangtuanya berpisah, Weah diasuh oleh sang nenek, Emma Klonjlaleh Brown saat ia masih bayi. Sebelum meninggalkan negara asalnya, Weah bermain untuk klub junior Young Survivor di usia ke-15 tahun. Weah juga pernah bekerja di perusahaan telepon asal Liberia sebagai teknisi.

Karir Sepakbola Profesional

Weah mengawali karir sepakbola profesional dengan bermain di Liberian Premier League. Pada tahun 1988, perjalanannya ke Eropa pun dimulai usai dirinya ditebus Arsène Wenger yang kala itu masih menjadi pelatih AS Monaco. Kegemilangan karirnya bersama Monaco kemudian membuat klub Prancis lain, Paris Saint-Germain memboyongnya pada 1992.

Semasa memperkuat PSG, Weah dapat dikatakan mencapai awal kesuksesannya dengan meraih gelar top skorer di berbagai ajang. Ia juga mampu membawa PSG ke semifinal Liga Champions musim 1994/1995. Weah mengakhiri karirnya di PSG pada tahun 1995 saat ia belabuh ke klub asal Italia, AC Milan.

Masa keemasan George Weah terjadi saat ia membela AC Milan sejak tahun 1995. Ia merupakan bagian dari skuad Milan tahun 1996 asuhan Fabio Capello. Selain menjadi top skorer di akhir musim, ia juga mengantar Milan juara Serie A di tahun itu. Gelar Serie A ini berhasil ia gandakan pada tahun 1999.

Setelah menjalani masa kejayaan di Milan, Weah menjajal karir di Liga Primer Inggris bersama Chelsea dengan status pinjaman. Pada tahun 2000, Chelsea tak mempermanenkan jasanya dan Weah pun bergabung dengan klub promosi, Manchester City. Di klub ini, Weah jarang diturunkan dan tercatat hanya bermain 11 kali selama setengah musim.

Di penghujung karirnya, Weah sempat kembali ke Prancis dan membela Marseille sebelum akhirnya pindah ke UAE Pro-League bersama Al-Jazira. Klub ini menjadi klub terakhir yang ia bela sebelum memutuskan pensiun pada tahun 2003 di usia ke-37 tahun. Selama karirnya, Weah punya catatan 182 gol dari 449 penampilan di semua kompetisi.

Tim Nasional Liberia

Bersinar di level klub, Weah juga berhasil menunjukkan kegemilangannya saat membela tim nasional Liberia sejak memulai debutnya pada tahun 1987. Weah berhasil membuat Liberia yang tak diperhitungkan berubah menjadi salah satu negara kuda hitam. Usai pensiun sebagai pemain, ia bahkan sempat menangani timnas Liberia dan memberikan sumbangsih besar untuk kemajuan sepakbola negaranya.

Trofi dan Penghargaan Sebagai Pesepakbola

Dengan karirnya yang begitu cemerlang, Weah tentu pernah meraih berbagai penghargaan baik di level klub maupun timnas. Weah pernah menjuarai berbagai kompetisi di Prancis, Italia dan Inggris. Ia juga pernah meraih sejumlah penghargaan individu bergengsi, termasuk Ballon d’Or tahun 1995.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.