Patrick Van Aanholt Mengungkapkan Kekesalannya Soal Rasisme Melalui Sosial Media

0
32
82

Bek milik Crystal Palace, Patrick Van Aanholt beberapa waktu lalu mengungkapkan kekesalannya soal rasisme yang sering terjadi lewat sosial media melalui cuitannya di Twitter.

Bek berusia 29 tahun itu meminta kepada perusahaan-perusahaan yang menaungi sosial media untuk lebih serius lagi untuk menanggapi kasus rasisme. Sebab kejadian yang terus berulang-ulang kali terjadi tersebut membuatnya kesal hingga lelah untuk meresponnya.

Pemain Crystal Palace yang Paling Sering Bermain di Premier League 2019/20

“Hal itu tidak berhubungan dengan saya dan beruntung saya memiliki cukup cinta dan diberkati sehingga hal tersebut tidak membuat saya kesal” tulis Patrick Van Aanholt di akun Twitter pribadinya.

“Tetapi saat ini saya ingin membela orang-orang yang tidak bisa melawan hal tersebut dan harus menghadapinya setiap hari. Tolong kepada Instagram untuk lebih ketat lagi dalam hal seperti ini karena orang-orang sudah lelah menanggapi hal tersebut.”

Dalam cuitannya tersebut, dirinya juga mengunggah tangkapan layar mengenai pesan agresif yang mengarah ke rasisme.

Patrick Van Aanholt Mengungkapkan Kekesalannya Soal Rasisme Melalui Sosial Media

Beberapa waktu lalu rekan Patrick Van Aanholt di Crystal Palace yakni Wilfried Zaha juga menerima perlakukan rasisme saat timnya kalah dari Aston Villa.

Selain Wilfried Zaha sejumlah pemain berkulit gelap di Eropa juga mendapat perlakuan serupa seperti Jude Bellingham, David McGoldrick hingga Ian Wright juga pernah mendapat perlakukan tersebut.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.