Beranda blog Halaman 3

AS Monaco Tertarik Rekrut Marcelo dari Real Madrid

AS Monaco kabarnya ingin merekrut Marcelo yang saat ini sudah jarang dimainkan di Real Madrid dan memiliki kontrak yang akan segera berakhir pada tahun 2022 mendatang.

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane sejauh ini lebih sering memainkan Ferland Mendy sebagai bek kiri ketimbang Marcelo di timnya. Total baru tujuh pertandingan yang dijalani bek asal Brasil itu bersama Los Blancos di semua kompetisi musim ini.

Keadaan tersebut coba dimanfaatkan oleh klub asal Prancis, AS Monaco yang berniat merekrutnya dalam waktu dekat menurut laporan dari AS. Kabarnya Marcelo akan diberikan kontrak selama tiga tahun dengan bayaran sekitar 5,35 juta pounds per tahun.

Kontrak pemain berusia 32 tahun tersebut sendiri kini tinggal menyisakan satu setengah tahun lagi dan kemungkinan besar Real Madrid akan melepasnya jika ada tawaran yang masuk untuknya. Jika Marcelo pergi sebelum kontraknya berakhir, tim asuhan Zinedine Zidane akan menghemat gajinya per tahun yang mencapai 8 juta pounds.

Dalam laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Marcelo juga telah setuju dengan pengurangan gaji tersebut, karena durasi kontrak yang ditawarkan AS Monaco cukup lama. Selain itu, pemain berusia 32 tahun tersebut menyetujui tawaran itu karena ia sudah tidak melihat dirinya berkesempatan untuk tampil reguler di skuat utama Zinedine Zidane kedepannya.

Bek asal Brasil itu merupakan salah satu bek kiri terbaik dunia dalam beberapa tahun terakhir. Sejak bergabung ke Real Madrid pada tahun 2007, ia sudah mencatatkan 516 pertandingan dengan catatan 99 assist serta 38 gol di semua kompetisi. Tentu itu capaian luar biasa bagi seorang pemain yang berposisi sebagai bek kiri.

Selain itu Marcelo juga telah membawa pulang 22 trofi ke Santiago Bernabeu sejauh ini, termasuk empat gelar Champions League dalam delapan musim terakhir. Meskipun sempat dikaitkan dengan Juventus beberapa waktu lalu, kini hanya tinggal menunggu waktu baginya untuk direkrut oleh AS Monaco pada bursa transfer.

Klaas-Jan Huntelaar Resmi Kembali ke Schalke!

Penyerang asal Belanda itu kembali ke Schalke secara gratis setelah tiga musim berseragam Ajax. Kini Klaas-Jan Huntelaar memiliki misi untuk menyelamatkan timnya tersebut dari degradasi pada klasemen akhir Bundesliga 2020/21.

Saat ini kondisi Schalke sangat memprihatikan karena mereka tengah menempati juru kunci klasemen sementara Bundesliga karena baru mengoleksi tujuh poin. Bahkan dari 17 pertandingan yang telah dijalani, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan saat menghadapi Hoffenheim dan empat hasil imbang.

Hal tersebut membuat salah satu mantan pemain mereka yakni Klaas-Jan Huntelaar memutuskan untuk kembali ke Schalke dan membantu mereka keluar dari zona degradasi pada akhir musim. Keinginannya tersebut pun diperlancar oleh Ajax yang rela melepasnya secara gratis beberapa waktu lalu.

Direktur Sepakbola Ajax, Marc Overmars mengatakan timnya membiarkan penyerang berusia 37 tahun tersebut untuk membantu timnya dari zona degradasi. Sebab apa yang ingin dilakukannnya untuk menyelamatkan Schalke adalah hal dianggap hebat oleh Ajax.

“Itu adalah keinginan Klaas Jan untuk membantu Schalke menghindari zona degradasi di akhir musim. Itu merupakan sebuah misi terakhirnya sebelum memutuskan untuk pensiun,” ungkap Marc Overmars dalam situs resmi Ajax.

“Kami pikir langkah ini akan sangat penting untuknya dalam membantu tim tersebut. Kami mengharapkan yang terbaik untuknya dan mengucapkan terima kasih dengan semua hal yang sudah ia berikan untuk Ajax selama ini.”.

Meskipun telah menginjak 37 tahun, Klaas-Jan Huntelaar masih cukup produktif saat ini dengan mencetak tujuh gol dalam sebelas penampilan di Eredivisie bersama Ajax. Ini merupakan periode keduanya berseragam Schalke setelah ia berseragam klub tersebut pada periode 2010-2017.

“Saat ini kami perlu memenangkan pertandingan dan mencetak banyak gol untuk memperbaiki posisi di klasemen. Saya ingin memiliki peran untuk mempertahankan tim ini di Bundesliga,” ucap Klaas-Jan Huntelaar dalam situs resmi Schalke.

“Schalke saat ini tergabung dalam kompetisi Bundesliga, sudah menjadi tugas kami untuk mempertahankan dan memastikan tim ini tetap ada di kompetisi ini.”.

Takumi Minamino Merasa Tidak Layak Mendapatkan Medali Juara Premier League

Pemain asal Jepang itu merasa dirinya tidak layak untuk menerima medali juara setelah Liverpool menjuarai Premier League musim 2019/20 lalu.

Takumi Minamino direkrut dari RB Salzburg oleh Liverpool pada awal tahun 2020 lalu seharga 7,5 juta pounds. Lalu pada akhir musim, pemain berusia 26 tahun itu mengklaim medali juara Premier League setelah Liverpool sukses meraih gelar tersebut untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir.

Walaupun ia sempat menjalani sepuluh penampilan di musim 2019/20, dirinya merasa masih belum layak untuk mendapatkan medali tersebut. Meskipun begitu, Takumi Minamino kini berambisi untuk membuktikan diri kalau dirinya layak untuk menerima medali itu dan bermain di Liverpool.

“Tidak mudah untuk menggambarkan perasaan saya pada saat itu. Tetapi di satu sisi saya juga merasa ragu telah memberikan seluruh kemampuan untuk tim dalam menjuarai Premier League, sebab saya hanya bergabung selama setengah musim,” ucap Takumi Minamino dilansir dari Goal.

“Ketika saya mengangkat trofi, tentu saja bangga. Namun pada saat yang sama saya merasa perlu bermain bagus sepanjang musim agar bisa membantu tim kembali mengangkat trofi tersebut musim ini,”

“Sekarang saya sudah terbiasa untuk tinggal di Inggris dan telah belajar bahasanya. Meskipun perlu saya akui juga berada disini sangat sulit di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini,”

“Saya berteman baik dengan pemain-pemain yang ada di tim, meskipun lebih sering berkomunikasi menggunakan bahasa Jerman dengan Xherdan Shaqiri, Joel Matip, dan Sadio Mane. Saya memiliki hubungan yang baik dengan mereka.” tutup Takumi Minamino.

Kini pemain asal Jepang tersebut telah memainkan 30 pertandingan bersama Liverpool di semua kompetisi, walaupun jarang tampil dalam satu pertandingan penuh. Meskipun begitu, dirinya terus berusaha dan bekerja keras untuk beradaptasi dengan strategi Jurgen Klopp sampai dirinya diberi kepercayaan untuk bermain reguler di Liverpool.

Martin Keown Menyayangkan Akhir Karir Mesut Ozil di Arsenal

Mantan bek Arsenal, Martin Keown menyayangkan buruknya kesan terakhir Mesut Ozil di akhir karirnya berseragam The Gunners saat ini. Padahal ia sempat menjadi pemain kunci tim tersebut saat masih ditangani Arsene Wenger beberapa tahun lalu.

Mesut Ozil beberapa waktu lalu dikabarkan telah setuju untuk diputus kontrak oleh Arsenal sebelum bergabung ke Fenerbahce dalam waktu dekat. Setelah sebelumnya pemain asal Jerman itu menolak untuk hengkang untuk menyelesaikan durasi kontraknya yang akan berakhir pada akhir musim.

Mantan pemain Real Madrid itu mengalami masa-masa buruk bersama The Gunners dalam dua tahun terakhir. Sebab dirinya jarang dimainkan oleh Arsenal setelah mengalami situasi yang tidak baik dengan pihak manajemen klub.

Martin Keown sangat menyayangkan akhir perjalanan pemain tersebut di Emirates Stadium yang bisa dibilang sangat mengecewakan. Padahal Mesut Ozil merupakan sosok pemain penting bagi Arsenal saat didatangkan dari Real Madrid pada tahun 2013 lalu saat tim tersebut masih dilatih Arsene Wenger.

“Sejujurnya saya merasa sangat sedih bahwa pemain dengan kemampuan sepertinya harus mengakhiri karir di Arsenal dengan cara yang tidak seharusnya,” ucap Martin Keown dilansir dari Goal.

“Tetapi klub sepakbola saat ini harus menentukan secara tepat apa yang akan dilakukan terhadap pemain-pemain seperti ini. Ia sudah terlalu banyak terpuruk dalam beberapa tahun terakhir, padahal ia memiliki visi dan kemampuan teknik yang bagus dan dibutuhkan oleh tim,”

“Klub mampu melepas Ozil setelah ia tidak memberikan segalanya untuk tim sekaligus memberikan kesempatan lebih banyak untuk pemain-pemain muda. Peran pelatih di tempat latihan sangat penting dalam melakukan beberapa perubahan.” tutup Martin Keown.

Setelah tujuh tahun lebih berseragam Arsenal, Mesut Ozil telah menjalani 254 pertandingan dengan total 44 gol dan 77 assist. Namun ia sudah tidak lagi dimainkan oleh Mikel Arteta di Premier League sejak Maret 2020 lalu saat Arsenal menang 1-0 atas West Ham United.

Rio Ferdinand Dianggap Rekrutan Terbaik Sir Alex Ferguson di Manchester United

Mantan bek Manchester United, John O’Shea menganggap Rio Ferdinand adalah rekrutan terbaik Sir Alex Ferguson saat masih melatih di Old Trafford. Bek asal Inggris itu dianggap memiliki nilai lebih tinggi seperti nama-nama pemain top lainnya seperti Wayne Rooney hingga Cristiano Ronaldo.

Kesuksesan The Red Devils pada awal abad 21 merupakan salah satu jerih payah dan kerja keras dari seorang Sir Alex Ferguson yang melatih klub tersebut selama 25 tahun lebih. Banyak pemain-pemain biasa yang menjadi sosok bintang di Old Trafford, mulai dari Eric Cantona, David Beckham, Peter Schmeichel, Roy Keane, Wayne Rooney hingga Cristiano Ronaldo adalah deretan pemain top yang pernah ditangani olehnya.

Tetapi ada satu nama pemain yang jarang disebutkan oleh banyak orang sebagai salah satu rekrutan terbaik Sir Alex Ferguson saat menangani Manchester United, yakni Rio Ferdinand yang diklaim sebagai rekrutan terbaik oleh John O’Shea. Mantan pemain The Red Devils pada periode 2001-2011 itu menganggap Rio Ferdinand memiliki nilai yang lebih tinggi dari pemain-pemain top yang telah disebutkan sebelumnya.

Rio Ferdinand sendiri merupakan salah satu pemain termahal yang direkrut The Red Devils pada tahun 2002 lalu dari Leeds United karena memakan biaya lebih dari 40 juta pounds. Tetapi banderol itu sangat layak sebab mantan bek Timnas Inggris itu sukses mempersembahkan enam gelar Premier League dan satu trofi Champions League pada musim 2007/08.

“Saya harus menyerahkannya kepada Rio sebagai rekrutan terbaik Sir Alex Ferguson di Manchester United. Ia adalah anak yang hebat, sebab ia bisa dijadikan pondasi yang kokoh untuk tim di sektor pertahanan,” ucap John O’Shea kepada Stadium Astro.

“Saat baru bergabung ia beradaptasi dengan tim sangat baik, sebelumnya ia telah mengenal beberapa pemain dari Timnas Inggris. Ia berhasil membuktikan diri sebagai rekrutan yang sangat bagus, walaupun banyak orang mengkritik karena harganya yang dianggap terlalu tinggi,”

“Rio memiliki nilai sedikit diatas Ronaldo dan Rooney, kita sedang membicarakan tentang pemain-pemain hebat yang ada di Manchester United saat itu. Jika dibandingkan dengan kontribusinya untuk tim, bagi saya Rio tetap menjadi yang terbaik dibanding pemain lain.” tutup John O’Shea.

Rio Ferdinand tercatat sudah tampil dalam 455 pertandingan bersama Manchester United dalam kurun waktu lebih dari 12 tahun. Ia sempat memperkuat QPR setelah dilepas oleh The Red Devils secara gratis pada musim 2014/15, kemudian ia memutuskan pensiun pada pertengahan 2015 lalu.

Rivaldo Anggap Marc-Andre Ter Stegen Lebih Hebat daripada Victor Valdes

0

Legenda Barcelona, Rivaldo menganggap Marc-Andre Ter Stegen sebagai kiper terbaik yang pernah berseragam Blaugrana sepanjang sejarah. Bahkan dirinya dianggap memiliki kemampuan lebih hebat dari Victor Valdes yang membantu tim tersebut meraih treble pada musim 2008/09.

Kiper berkebangsaan Jerman itu telah menandatangani kontrak baru pada Oktober 2020 lalu untuk memperpanjang masa baktinya di Camp Nou sampai tahun 2025 mendatang. Sebab dirinya menjadi sosok tak tergantikan di bawah mistar gawang Blaugrana sejak direkrut dari Borussia Monchengladbach pada tahun 2014 lalu.

Bahkan dirinya dianggap memiliki kemampuan yang sejajar dengan kiper legenda sepanjang sejarah Barcelona oleh para penggemar, seperti Antoni Ramallets dan Andoni Zubizarreta. Pernyataan tersebut pun juga terlintas dari Rivaldo yang juga merupakan salah satu pemain penting Blaugrana beberapa tahun lalu.

Peraih Ballon D’or 1999 itu mengatakan kalau Marc-Andre Ter Stegen saat ini telah menjadi salah satu kiper terbaik dalam sepanjang sejarah Barcelona. Bahkan menurutnya, kiper berusia 28 tahun itu dianggap memiliki kemampuan yang lebih hebat dari Victor Valdes yang juga sempat menjadi andalan Barcelona dibawah mistar gawang.

Victor Valdes sendiri memang pernah menjadi kiper utama Barcelona pada periode 2002-2014 dengan catatan 536 penampilan. Total sudah 21 gelar dipersembahkan olehnya saat masih aktif bermain di Camp Nou, termasuk tiga gelar Champions League dan enam gelar La Liga. Ditambah treble yang berhasil diraih pada musim 2008/09 lalu.

“Marc-Andre Ter Stegen dari Jerman kembali menjadi penentu Barcelona untuk melaju ke final Supercopa de Espana saat melawan Real Sociedad. Beberapa kali ia melakukan penyelamatan brilian dan berhasil menepis dua tendangan pada babak adu penalti,” ucap Rivaldo kepada Betfair.

“Sulit untuk memujinya dengan kata-kata, sebab ia bukan saja kiper yang memiliki kemampuan hebat tetapi ia juga tampil konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Itu menjadikannya sebagai salah satu kiper terbaik dunia saat ini, saya juga tidak bisa mengingat kiper yang lebih baik darinya di Barcelona,”

“Saya bermain dengan kiper-kiper bagus saat masih di Barcelona, tetapi saya tidak melihat mereka memiliki kemampuan yang lebih baik darinya. Banyak orang menganggap Victor Valdes adalah kiper hebat dan saya menjadi saksi awal perjalanannya, namun saya masih menganggap kiper Jerman itu memiliki kemampuan yang lebih baik.” tutup Rivaldo.

Kiper berusia 28 tahun itu memang baru enam tahun lebih berseragam Barcelona tetapi perannya di bawah mistar gawang sangat penting bagi klub tersebut sejauh ini. Berkat dirinya Blaugrana sukses meraih 12 gelar dalam enam tahun terakhir, termasuk treble yang diraih olehnya pada musim 2014/15 lalu.

Frank Lampard: Chelsea Layak Menang Atas Fulham!

Frank Lampard mengatakan timnya layak menang saat menghadapi sepuluh pemain Fulham dan mengakhiri pertandingan yang berlangsung pada Minggu (17/1) dini hari tadi dengan skor tipis 0-1.

Chelsea akhirnya bisa memutus rekor buruk tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir di Premier League. Frank Lampard selaku manajer The Blues mengaku senang atas hasil tersebut walaupun timnya hanya mampu mencetak satu gol dan melawan sepuluh pemain Fulham setelah Anthonee Robinson menerima kartu merah.

Kemenangan ini mengangkat posisi tim asuhan Frank Lampard itu ke posisi tujuh klasemen sementara Premier League 2020/21 dengan perolehan 29 poin dalam 18 pertandingan. Meskipun begitu, posisi mereka tetap terancam karena Chelsea memiliki jumlah poin sama dengan Southampton dan West Ham United yang ada dibawahnya.

“Tentu saja sangat menyenangkan bisa kembali meraih kemenangan, sebab kemenangan itu diraih tidak mudah setelah tim mengalami perfroma yang kurang bagus di Premier League sejauh ini dan Anda harus mematahkan itu. Kami memulai pertandingan dengan baik, walaupun Fulham sempat mempersulit kami,” ucap Frank Lampard kepada Skysports.

“Kami juga menguasai bola lebih banyak dari mereka sejak awal pertandingan, hingga akhirnya mereka harus bermain dengan sepuluh orang. Tidak mudah melawan sepuluh orang, tetapi kami tetap terus maju untuk mendapatkan apa yang pantas didapatkan dalam pertandingan tersebut,”

“Para pemain cukup tertekan untuk mengalirkan bola melawan sepuluh pemain lawan yang bertahan secara rapat. Kami terus mencari peluang, mulai dari mengalirkan bola dari sisi sayap membuka banyak ruang dan banyak berlari untuk melewati lawan untuk mendapatkan peluang itu,”

“Performa kami sedang tidak cukup baik, tetapi kami berhasil menemukan celah dan menemukan peluang tersebut sehingga saya senang dengan hasil ini. Saya selalu yakin dengan kualitas para pemain, kami hanya harus bersabar dalam membangun serangan karena kami yakin bisa melakukan hal tersebut.” tutup Frank Lampard.

Di laga selanjutnya, The Blues sudah dinanti lawan sulit yakni Leicester City di King Power Stadium pada pertandingan yang akan berlangsung Rabu (20/1) nanti. Frank Lampard harus membawa timnya kembali meraih tiga poin jika mereka ingin mengamankan posisi pada klasemen Premier League saat ini dari Southampton dan West Ham United.

Roy Hodgson Minta Para Pemainnya Disiplin saat Menghadapi Manchester City

Roy Hodgson berharap timnya bisa bermain dengan fokus penuh dan disiplin untuk kembali meraih hasil yang baik saat menghadapi Manchester City akhir pekan ini.

Crystal Palace akan melakoni laga berat kontra Manchester City di Etihad Stadium pada Senin (18/1) dini hari nanti setelah sebelumnya mereka sukses menahan imbang Arsenal. Raihan satu poin dari The Gunners di laga sebelumnya membuat mereka kini berada di urutan ke-13 dengan koleksi 23 poin pada klasemen sementara Premier League 2020/21.

Manajer The Eagles, Roy Hodgson memuji para pemainnya di pertandingan menghadapi Arsenal walaupun mereka hanya meraih hasil imbang dan membawa pulang satu poin. Ia berharap di laga melawan Manchester City nanti, Crystal Palace bisa kembali menunjukkan permainan disiplin dan fokus penuh untuk mencuri poin dari Manchester City yang berstatus tim tuan rumah.

“Anda bisa membuatnya menjadi lebih sulit terhadap tim saat melawan tim-tim besar. Ketika menghadapi tim seperti Manchester City, dibutuhkan kemampuan terbaik dari setengah jumlah skuat yang ada di tim,” ungkap Roy Hodgson dilansir dari Evening Express.

“Walaupun para pemain sudah menjalani perannya di lapangan dengan baik, pemain seperti Kevin De Bruyne bisa menghancurkan disiplin para pemain kami. Itu menjadi ancaman terbesar kami, oleh sebab itu saya harap kepada para pemain untuk lebih fokus dan disiplin agar permainan tidak dikendalikan oleh mereka,”

“Mereka memiliki dengan kualitas yang jauh lebih baik, selain itu mereka juga sudah terbiasa untuk mencetak gol lewat momentum yang mereka dapat dalam pertandingan. Ketika mereka mendapatkan peluang, kecil kemungkinannya bagi mereka untuk menggagalkan peluang itu,”

“Yang bisa kami lakukan saat ini adalah bekerja dengan sangat keras untuk menjaga kepercayaan diri saat melawan mereka. Saya harap pengalaman para pemain di pertandingan sebelumnya bisa membantu tim melewati rintangan sulit ini.” tutup Roy Hodgson.

Crystal Palace masih berpeluang untuk meraih setidaknya satu poin dari The Cityzens di pertandingan nanti. Sebab dalam lima pertemuan terakhir mereka mampu meraih satu kemenangan dan dua hasil imbang melawan Manchester City.

Tetapi memang tidak bisa dipungkiri kalau laga tersebut akan sangat sulit bagi The Eagles yang harus melawan tim dengan kemenangan beruntun dalam empat laga terakhir. Meskipun begitu, Roy Hodgson tetap optimis dan berharap anak-anak asuhnya bisa menampilkan performa terbaik sama saat seperti mereka menghadapi Arsenal beberapa waktu lalu.

Prediksi Manchester City vs Crystal Palace, The Eagles Berharap Bisa Curi Satu Poin dari Tim Tuan Rumah

Crystal Palace akan kembali menjalani laga sulit dengan bertandang ke markas Manchester City pada lanjutan pertandingan Premier League pekan ke-19 2020/21. Laga tersebut akan segera berlangsung di Etihad Stadium pada Senin (18/1) pukul 02.15 WIB.

Manchester City yang akan berstatus tim tuan rumah kini tengah berambisi untuk menjaga cleansheet sekaligus kemenangan beruntun di tiga laga terakhir yang dimainkan di Etihad Stadium. Sementara Crystal Palace berharap bisa meraih setidaknya satu poin dari tim tuan rumah di laga tersebut.

H2H Pertandingan Manchester City vs Crystal Palace

Dalam lima pertemuan terakhir, Manchester City masih lebih banyak mengumpulkan kemenangan atas Crystal Palace yakni sebanyak dua kali. Sementara tim asuhan Roy Hodgson itu baru sekali meraih kemenangan atas Manchester City pada Oktober 2019 lalu.

The Cityzens akan menjadi tuan rumah dalam pertandingan yang berlangsung pada Senin (18/1) dini hari nanti tercatat telah mengumpulkan tujuh kemenangan secara beruntun sejauh ini. Dari total pertandingan itu, anak asuh Pep Guardiola hanya kebobolan dua gol saat menghadapi Arsenal dan Chelsea.

Di satu sisi, Crystal Palace justru memiliki rekor buruk jelang bertandang ke Etihad Stadium pada akhir pekan ini. Karena dalam sepuluh pertandingan terakhir, mereka hanya mampu meraih dua kemenangan dan empat hasil imbang.

Dalam pertandingan tersebut, Manchester City tidak dapat menurunkan tiga pemain mereka yaitu Aymeric Laporte dan Nathan Ake yang masih belum fit untuk tampil. Sementara Sergio Aguero masih harus menjalani isolasi mandiri setelah dirinya dinyatakan positif Covid-19 beberapa waktu lalu.

Pep Guardiola kemungkinan besar akan menurunkan Gabriel Jesus, Raheem Sterling dan Kyle Walker dalam starting line-upnya nanti. Phil Foden juga memiliki kemungkinan yang cukup tinggi untuk dimainkan sejak awal setelah dirinya mencetak gol kemenangan di laga terakhir.

Sementara Crystal Palace nampaknya akan kembali menurunkan beberapa pemain andalan mereka seperti Eberechi Eze, Christian Benteke dan Wilfried Zaha. Meskipun begitu, Roy Hodgson tidak dapat memainkan enam pemainnya seperti Conor Wickham, Mamadou Sakho, Martin Kelly dan Wayne Hennessey untuk bermain di Etihad Stadium.

Prediksi Skor Manchester City vs Crystal Palace

Dilihat dari rekor pertemuan dan perform kedua tim, Crystal Palace memiliki kesempatan cukup tinggi untuk mencuri satu poin dari tim tuan rumah. Namun Manchester City sendiri sejauh ini belum kebobolan dalam tiga pertandingan terakhir di kandang, jelas itu akan menyulitkan tim asuhan Roy Hodgson.

The Cityzens diprediksi akan tetap mendominasi laga tersebut meskipun Crystal Palace diperkirakan bisa memberi perlawanan dengan melakukan serangan balik cepat yang diandalkan mereka dalam beberapa pertandingan terakhir. Meskipun begitu, nampaknya skor pertandingan antara Manchester City dan Crystal Palace berakhir 2-1.

Prediksi Inter Milan vs Juventus, Pembuktian Mental Dua Tim Dalam Perburuan Gelar Scudetto

0

Laga seru akan tersaji pada akhir pekan ini yang mempertemukan Inter Milan dengan Juventus pada lanjutan pertandingan pekan ke-18 Serie A 2020/21. Pertandingan itu akan berlangsung di Giuseppe Meazza pada Senin (18/1) pukul 02.45 WIB.

Sejauh ini Inter Milan belum meraih hasil baik karena mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir. Sementara itu, Juventus yang akan berstatus tim tamu di laga tersebut membawa rekor apik berupa empat kemenangan secara beruntun.

H2H Pertandingan Inter Milan vs Juventus

Dalam lima pertemuan terakhir, Inter Milan belum mampu memetik kemenangan saat menghadapi Juventus. Di sisi lain, tim asuhan Andrea Pirlo tersebut justru telah meraih empat kemenangan dari total pertemuan tersebut.

Inter Milan yang berstatus tim tuan rumah di laga tersebut belum tampil konsisten dalam lima pertandingan terakhir. Sebab mereka hanya mampu meraih tiga kali menang dan satu kali mendapat hasil imbang serta satu kekalahan sejauh ini.

Hasil kurang maksimal tersebut karena buruknya lini belakang tim asuhan Antonio Conte sehingga mereka tidak dapat meraih hasil maksimal dalam lima pertandingan terakhir. Total sudah delapan gol yang bersarang ke gawang Inter Milan dan membuat mereka hanya mengumpulkan sepuluh poin dari total pertandingan itu.

Di satu sisi, Juventus datang ke Giuseppe Meazza justru membawa rekor mengesankan berupa empat kemenangan beruntun sejak mereka takluk tiga gol tanpa balas dari Fiorentina. Tim asuhan Andrea Pirlo juga mengalami sedikit masalah di lini belakang, karena dalam lima pertandingan terakhir mereka telah kebobolan lima gol dari tim lawan.

Dalam pertandingan nanti, Inter Milan seperti biasa akan menggunakan formasi 3-5-2 andalan Antonio Conte. Duo Lautaro Martinez dan Romelu Lukaku diperkirakan menjadi andalan tim tuan rumah untuk mengobrak-abrik pertahanan Juventus agar mereka bisa mencetak banyak gol dan meraih poin maksimal.

Kedua pemain tersebut akan didukung oleh Ashley Young dan Achraf Hakimi yang akan dimainkan sebagai pemain sayap untuk mengalirkan bola dan menciptakan banyak peluang. Tim tuan rumah hanya kehilangan tiga pemainnya di laga tersebut yaitu Andrea Pinamonti, Danilo D’Ambrosio dan Matias Vecino.

Sementara itu, Juventus masih harus kehilangan dua pemain bertahannya yaitu Matthijs De Ligt dan Alex Sandro. Ditambah Paulo Dybala dan Juan Cuadrado yang saat ini masih belum fit karena beberapa waktu lalu mengalami cedera.

Andrea Pirlo kemungkinan besar akan menurunkan formasi 4-4-2 dengan Alvaro Morata dan Cristiano Ronaldo diduetkan di lini depan. Lalu di lini belakang ada Danilo, Merih Demiral, Leonardo Bonucci dan Gianluca Fabrotta yang dipromosikan dari akademi klub.

Prediksi Pertandingan Skor Inter Milan vs Juventus

Jika dilihat dari rekor pertemuan dan pertandingan kedua tim, Juventus sedikit lebih diunggulkan ketimbang Inter Milan walaupun bermain di Giuseppe Meazza. Buruknya kualitas lini belakang tim asuhan Antonio Conte bisa menjadi masalah besar bagi Inter Milan untuk kehilangan poin di laga tersebut.

Namun Inter Milan juga memiliki kapasitas yang sangat bagus dalam mencetak gol lewat duo Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez dan terlah dibuktikan dalam beberapa pertandingan terakhir. Pertandingan antara Inter Milan menghadapi Juventus pada akhir pekan nanti diprediksi akan berakhir dengan skor 2-3.

Translate ยป