Beranda Sepakbola Italia Matthijs De Ligt Mengaku Belajar Banyak dari Pirlo, Chiellini dan Bonucci

Matthijs De Ligt Mengaku Belajar Banyak dari Pirlo, Chiellini dan Bonucci

0
Matthijs De Ligt Mengaku Belajar Banyak dari Pirlo, Chiellini dan Bonucci

Bek berumur 21 tahun tersebut mengatakan bahwa dirinya menjadikan beberapa pemain Juventus sebagai panutan untuk mengembangkan kemampuannya. Pemain-pemain yang dimaksud adalah Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci dan Andrea Pirlo ketika masih bermain.

Matthijs De Ligt adalah bek tengah top dunia yang diprediksi bakal menjadi salah satu pemain terbaik di masa depan. Selain itu, usianya yang masih muda membuat bek berkebangsaan Belanda tersebut masih bisa berkembang lebih jauh untuk mewujudkan hal itu.

Sebelum bergabung Juventus, ia merupakan pemain yang bersinar kala berseragam Ajax sekaligus menjadi kapten tim tersebut. Hingga akhirnya pada tahun 2019 lalu, Juventus memboyong Matthijs De Ligt dari Ajax dengan harga tinggi yakni sekitar 80 juta euro.

Beberapa waktu lalu dirinya sempat diwawancarai oleh Sky Sport Italia untuk membahas soal kariernya selama memperkuat La Vecchia Signora. Dalam wawancara tersebut, ia mengatakan bahwa ada tiga pemain Juventus yang menjadi contoh baginya selama ini.

Ketiga pemain tersebut adalah Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini serta Andrea Pirlo yang saat ini telah menjadi pelatihnya di Juventus. Ia menjadikan ketiga pemain tersebut contoh untuk mengembangkan gaya bermainnya saat berada di lapangan.

“Saya bermain sebagai deep-lying midfielder hingga umur 14 tahun di Ajax. Pada saat itu, saya menjadikan Andrea Pirlo dan Sergio Busquets sebagai contoh untuk mengembangkan kemampuan saya,” ungkap Matthijs De Ligt kepada Sky Sport Italia seperti yang dikutip dari Football Italia.

“Saya sering melihat Andrea Pirlo bermain lewat video dan saya sangat suka dengan gaya bermainnya. Ia menjadi contoh yang sangat bagus untuk saya ikuti,”

“Selain itu, ada juga Bonucci yang memiliki visi dan kemampuan menguasai bola sangat bagus. Ia adalah bek yang kuat, tetapi memiliki akurasi umpan pendek maupun panjang sangat akurat, itu sangat penting bagi saya untuk dipelajari,”

“Chiellini mempunyai kemampuan mengawal lawan yang luar biasa, saya tidak pernah melihat pemain sepertinya. Ia juga selalu berada di posisi yang tepat dalam pertandingan, saya sempat mengatakan bahwa dirinya memiliki magnet dalam kepalanya. Ia benar-benar luar biasa,”

“Saya merasa lebih kuat dan cepat ketimbang mereka tetapi saya memanfaatkan itu untuk bermain secara taktikal, khususnya sejak datang ke Italia. Sebab ketika di Ajax lebih fokus untuk menjaga satu per satu pemain lawan, sementara disini lebih bermain zona,”

“Memiliki pengalaman untuk memainkan dua sistem tersebut membuat saya menjadi pemain yang jauh lebih baik.” tutup Matthijs De Ligt.

Bek asal Belanda itu kini sudah tampil dalam 59 pertandingan bersama Juventus dua tahun terakhir di semua kompetisi. Kini dirinya tengah fokus untuk mengembalikan Juventus menempati puncak klasemen Serie A 2020/21 di akhir musim.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: