Mantan pelatih Timnas Italia, Marcelo Lippi mengklaim bahwa ada dua klub yang kemungkinan besar akan menjuarai Champions League musim ini. Dua klub tersebut adalah Bayern Munchen dan Manchester City yang dianggap sebagai tim paling berbahaya.

Kompetisi Champions League 2020/21 telah memasuki babak 16 besar dan pada pertengahan Februari ini, akan dimulai beberapa pertandingan. Klub-klub yang lolos dari fase grup merupakan tim besar yang kebanyakan berasal dari kompetisi top seperti Serie A, Bundesliga, La Liga dan Premier League.

Kini ke-16 tim tersebut akan kembali bersaing dalam memperebutkan gelar tersebut setelah musim lalu Bayern Munchen berhasil memenangkannya setelah mengalahkan PSG di partai final. Tim asuhan Hansi Flick tersebut musim ini tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara bagi banyak orang, tak terkecuali bagi Marcelo Lippi.

Pria yang pernah menangani Timnas Italia pada periode 2004-2006 dan 2008-2010 itu memasukkan Bayern Munchen sebagai salah satu klub yang mungkin bisa menjuarai Champions League 2020/21. Selain itu, Marcelo Lippi juga menjagokan Manchester City untuk meraih trofi kompetisi tersebut karena menilai dua tim itu merupakan klub paling berbahaya di Eropa saat ini.

“Saya pikir Bayern Munchen dan Manchester City sedikit lebih unggul dibanding yang lain,” ucap Marcelo Lippi kepada Radio 1 via Football Italia.

“Bayern memiliki skuat terbaik di Eropa saat ini, sementara Manchester City telah memenangkan 16 pertandingan Premier League secara beruntun. Keduanya adalah klub paling berbahaya di dunia.”.

Kedua tim tersebut memang memiliki komposisi pemain dan kedalaman skuat yang lebih baik ketimbang klub-klub lain di Champions League. Bayern Munchen dan Manchester City juga sama-sama berada di pucuk klasemen liga masing-masing saat ini.

Di babak 16 besar, Manchester City akan menghadapi wakil dari Jerman yakni Borussia Monchengladbach. Sementara itu, Bayern Munchen akan melawan Lazio yang saat ini tengah dalam kondisi tidak baik di Serie A.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.