Mantan pemain Liverpool, Andriy Voronin mengaku sangat sulit untuk berkomunikasi dengan dua legenda klub tersebut yaitu Steven Gerrard dan Jamie Carragher yang sama-sama lahir di Merseyside.

Andriy Voronin merupakan salah satu pemain yang pernah memperkuat Liverpool, ketika didatangkan ke Anfield secara gratis tahun 2007 lalu. Akan tetapi, perjalanannya di Liverpool hanya bertahan kurang dari tiga tahun sebelum akhirnya dijual ke Dinamo Moscow pada musim dingin 2010.

Pria yang kini menjabat sebagai asisten pelatih Timnas Ukraina itu mengungkapkan pengalamannya selama berseragam Liverpool kepada Goal baru-baru ini. Andriy Voronin juga menjelaskan alasan dirinya dijual ke Dinamo Moscow, salah satunya adalah ia tidak dapat beradaptasi dengan ritme permainan sepakbola Inggris dan kesulitan berkomunikasi.

Ia mengaku tidak terlalu nyaman di Merseyside karena tidak terlalu paham dengan logat ‘Scouse‘ yang sulit untuk dipahami oleh orang luar sepertinya. Bahkan Andriy Voronin mengaku sering tidak memahami apa yang dikatakan dua legenda Liverpool, Steven Gerrard dan Jamie Carragher yang lahir dan besar di Merseyside.

“Scouse. Saya hampir tidak mengerti dengan apa yang mereka katakan, apalagi bahasa Inggris saya tidak bagus. Saat Gerrard atau Carragher berkomunikasi, saya bahkan sering meminta mereka untuk mengulangnya dengan berbicara bahasa Inggris,” ujar Andriy Voronin kepada Goal.

“Sejujurnya saya tidak terlalu cocok dengan kota Liverpool, walaupun mereka memiliki banyak sejarah yang menarik seperti The Beatles. Ayah saya bahkan penggemar berat band tersebut,”

“Ketika saya berbicara kepada ayah saya saat sudah menandatangani kontrak di Liverpool, ia mulai menangis. Sayangnya saya tidak dapat beradaptasi dengan ritme permainan sepakbola Inggris dan juga cuacanya,”

“Di Liverpool, saya harus selalu siap untuk bermain di musim dingin tanpa liburan. Tentu saja itu sangat melelahkan.” tutup Andriy Voronin.

Selama berseragam Liverpool, Andriy Voronin memainkan 40 pertandingan dan mencatatkan enam gol serta lima assist. Setelah hengkang dari Liverpool, ia sempat bermain untuk Dynamo Moscow dan Fortuna Dusseldorf sebelum pensiun sebagai pemain 2015 lalu.

Kini Andriy Voronin sedang berjuang bersama Timnas Ukraina untuk melaju sejauh mungkin di EURO 2020. Target mereka di kompetisi tersebut adalah lolos dari fase grup, sebab mereka memiliki lawan yang seimbang di Grup C yaitu Makedonia Utara, Austria dan terakhir Belanda.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.