Pria berusia 62 tahun tersebut akhirnya resmi ditunjuk sebagai pelatih Lazio musim depan, setelah menganggur selama musim 2020/21 lalu.

Maurizio Sarri akhirnya diperkenalkan secara resmi oleh Lazio sebagai pelatih mereka yang baru menggantikan Simone Inzaghi. Mantan pelatih Chelsea dan Juventus tersebut telah menandatangani kontrak dengan durasi dua tahun dan bayaran sekitar 3 juta euro per musim.

Keputusan manajemen Lazio untuk menunjuknya sebagai pelatih bertujuan agar tim tersebut bisa bersaing dalam perburuan gelar Scudetto musim 2021/22. Sebab pelatih berumur 62 tahun itu telah memiliki pengalaman untuk memenangkan gelar bersama beberapa klub yang berbeda.

Ia pernah membawa Chelsea memenangkan Europa League 2018/19 serta gelar Scudetto untuk Juventus musim 2019/20 lalu. Sayangnya, di Juventus ia hanya bertahan selama satu musim sebelum dipecat dan digantikan oleh Andrea Pirlo.

Kedatangan Maurizio Sarri membuat Arrigo Sacchi yang merupakan legenda Timnas Italia merasa Lazio bakal dapat bersaing di papan atas Serie A musim depan, bahkan ia cukup optimis tim tersebut dapat meraih gelar Scudetto. Sebab dirinya menilai pelatih tersebut memiliki segudang taktik untuk diterapkan dan juga mempunyai pengalaman dalam mempersiapkan tim sebelum memenangkan gelar.

“Saya percaya pengalamannya selama bersama Bianconeri [Juventus] betul-betul mengajarinya banyak hal. Saya yakin pengalaman tersebut bakal meningkatkan kualitasnya sebagai pelatih, ia akan melakukannya dengan sangat baik di Lazio,” ucap Arrigo Sacchi kepada La Gazetta Dello Sport.

“Saya memiliki keyakinan bahwa kehadiran Sarri akan sangat membantu tim untuk memenangkan Serie A. Karena saya percaya Sarri memiliki kemampuan sebagai guru dan ahli strategi, bukan hanya seorang pelatih yang memiliki taktik,”

“Sarri merupakan seseorang yang mengajarkan bagaimana cara bermain sepakbola, para pemain hanya harus mengikuti instruksinya dan mencapai hasil yang baik. Meskipun begitu, ia tentu membutuhkan beberapa waktu untuk beradaptasi dengan para pemain satu sama lain. Sebab Anda tidak bisa membangun sebuah kastil hanya dalam semalam.”.

Lazio musim lalu menempati urutan keenam di klasemen akhir Serie A 2020/21, ini yang menjadi alasan utama Simone Inzaghi hengkang. Manajemen klub berharap Maurizio Sarri bisa membawa Lazio bersaing di papan atas Serie A, seperti pada musim 2019/20 lalu.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.