Bek Ajax memiliki defibrillator yang dipasang setelah masalah jantung

Belanda bersiap untuk pertandingan babak 16 besar melawan Republik Ceko di Euro 2020 pada hari Minggu, dan negara ini penuh dengan optimisme.

Mereka tim Belanda berada di pihak yang lebih menguntungkan dalam undian dalam kompetisi, dan banyak yang percaya bahwa mereka bisa pergi sejauh setidaknya semi-final.

Salah satu pemain dalam skuat Frank de Boer adalah Daley Blind, yang merupakan bagian dari petualangan besar terakhir Belanda di turnamen, ketika mereka finis ketiga di Piala Dunia 2014 di Brasil.

Perjalanan Blind ke turnamen musim panas ini tidak mudah, dengan bek tersebut mengalami insiden serupa dengan apa yang terjadi pada mantan rekan setimnya di Ajax, Christian Eriksen.

Gelandang Denmark meninggalkan rumah sakit seminggu yang lalu setelah operasi di mana dokter menanamkan perangkat defibrillator jantung (ICD) untuk mencegah dia mengalami insiden serupa di masa depan.

Apa yang terjadi pada Eriksen akan mengingatkan Blind pada kesulitannya sendiri dan betapa rapuhnya kehidupan, setelah bintang Belanda itu diberitahu pada 2019 bahwa masalah telah terdeteksi di hatinya, yang kemudian ia atasi.

Denmark’s players escort Denmark’s midfielder Christian Eriksen (C) as he is evacuated after collapsing on the pitch during the UEFA EURO 2020 Group B football match between Denmark and Finland at the Parken Stadium in Copenhagen on June 12, 2021. (Photo by Friedemann Vogel / various sources / AFP) (Photo by FRIEDEMANN VOGEL/AFP via Getty Images)

“Semua orang mengatakan kepada saya bahwa itu sudah berakhir dan saya tidak bisa bermain sepak bola lagi,” kata Blind setelah episode dengan Eriksen.

“Lihat di mana saya sekarang. Inilah mengapa saya meminta semua orang untuk meninggalkan Eriksen dengan tenang.”

Blind, 31, telah menjalani implan ICD selama dua tahun. Namun, dia pingsan saat pertandingan persahabatan melawan Hertha Berlin saat bermain untuk Ajax musim panas lalu setelah ada kesalahan dengan implan ICD. Dia mampu berdiri dan berjalan keluar lapangan sendiri, dan setelah berbagai tes dia diizinkan untuk melanjutkan pelatihan dan bermain.

Bek Ajax bermain 34 kali musim lalu di level klub, serta pertandingan tambahan dengan tim nasional.

“Tidak ada alasan mengapa saya tidak bisa terus bermain di level tertinggi, yang terpenting adalah merasa bebas secara mental,” kata Blind.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.