Beranda Berita Bola Karakter Mauro Icardi Dikritik Legenda Timnas Prancis

Karakter Mauro Icardi Dikritik Legenda Timnas Prancis

0
Karakter Mauro Icardi Dikritik Legenda Timnas Prancis

Jean-Pierre Papin mengkritik karakter Mauro Icardi yang tidak terlihat menyukai persaingan dengan pemain-pemain lain di PSG. Padahal pemain tersebut sempat membuatnya terkesan ketika masih berseragam Inter Milan beberapa tahun lalu.

Penyerang asal Argentina tersebut dipermanenkan oleh PSG dari Inter Milan seharga 50 juta euro setelah mencetak 20 gol pada musim 2019/20 lalu saat masih berstatus pinjaman. Tetapi kini performanya jauh lebih menurun ketimbang musim lalu karena cedera yang dialami olehnya sejauh ini.

Mauro Icardi baru mencetak tiga gol dalam enam penampilan di Ligue 1 2020/21. Selain itu, dirinya juga sudah kembali bermain di laga terakhir saat PSG menang 3-0 atas Brest dan pemain tersebut mencetak satu gol dan sebuah assist.

Walaupun pemain berusia 27 tahun itu sudah kembali mencetak gol, dirinya masih diragukan oleh mantan pemain Timnas Prancis yang pernah meraih Ballon D’or 1991 yakni Jean-Pierre Papin. Menurutnya, Mauro Icardi tidak memiliki semangat atau antusias untuk bersaing dengan pemain-pemain lain yang ada di PSG saat ini.

Walaupun begitu, dirinya tidak mempertanyakan kualitas mantan penyerang Inter Milan itu untuk mencetak gol. Ia menilai pemain asal Argentina itu memiliki insting yang kuat dalam mencetak gol ketika berada di depan gawang lawan.

“Saya tidak terkesan dengan permainannya selama satu tahun berseragam PSG. Saya cukup meragukan kepribadiannya untuk bersaing dengan pemain lain, itu sangat terlihat dari bahasa tubuhnya di lapangan,” ucap Jean-Pierre Papin dilansir dari Goal.

“Di Paris, ia adalah seorang bintang ‘normal’ yang berada di belakang Neymar, Mbappe dan beberapa diantara yang lainnya. Namun kemampuannya dalam mencetak gol dan sebagai kapten tim sudah tidak perlu dipertanyakan lagi,”

“Ia adalah sosok pemain yang memiliki kemampuan murni dalam mencetak gol. Meskipun ia tidak ikut serta ketika timnya bertahan, ia pandai menempatkan posisi saat timnya melancarkan serangan,”

“Ia bisa merasakan ke arah mana bola akan jatuh atau memantul. Kehadiran pemain-pemain seperti Neymar, Mbappe dan Di Maria sangat membantunya untuk mencetak gol.” tutup Jean-Pierre Papin.

PSG berharap agar Mauro Icardi tidak kembali mengalami cedera untuk mengulangi kesuksesan mereka tahun lalu di musim ini. Di bawah arahan Mauricio Pochettino, Les Parisiens berambisi untuk meraih semua gelar dari kompetisi yang diikuti pada akhir musim.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: