Antonio Cassano merasa Italia berhasil memenangkan EURO 2020 tanpa kehadiran seorang penyerang di turnamen tersebut. Karena penyerang Italia tidak mencetak banyak gol jika dibandingkan dengan penyerang dari negara lain.

Italia keluar sebagai juara EURO 2020 setelah mengalahkan Inggris lewat babak adu penalti yang berlangsung di Wembley Stadium. Kemenangan itu juga memperpanjang rekor Italia yang mampu tak terkalahkan dalam 34 pertandingan secara beruntun.

Dibalik kesuksesan tersebut, Antonio Cassano yang sudah mencetak sepuluh gol untuk Italia memberikan sedikit kritikan kepada penyerang Gli Azzurri di EURO 2020. Mantan pemain Inter Milan dan Real Madrid itu mengatakan bahwa negaranya berhasil menjuarai EURO 2020 tanpa ada kehadiran sosok penyerang di lini depan.

Meskipun begitu ia tetap memuji Italia dan Roberto Mancini yang mampu memenangkan turnamen tersebut walaupun penyerang mereka tidak mencetak banyak gol dibanding pemain dari negara lain. Bahkan Antonio Cassano menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang unik dan berhasil dilakukan oleh Roberto Mancini.

“Sebenarnya kami memiliki masalah besar. Kami berhasil menjadi juara Eropa walaupun tidak ada sosok penyerang di lini depan,” ucap Antonio Cassano kepada Bobo TV via Football Italia.

“Itu adalah fakta, tetapi unik. Pelatih berhak mendapatkan penghargaan setinggi-tingginya. Sebab ia sudah mengatakan dalam konferensi pers hari pertama bahwa dirinya ingin membawa Italia memenangkan EURO sejak hari pertama.”.

Di EURO 2020, Italia sebenarnya mencetak 13 gol dalam tujuh pertandingan. Itu bukan catatan buruk, sebab koleksi gol tersebut merupakan yang terbanyak bagi Italia ketika berkompetisi dalam turnamen internasional.

Dari 13 gol tersebut ada lima pemain yang mencetak dua gol di EURO 2020, termasuk Ciro Immobile yang merupakan seorang pemain depan. Sementara itu, dua sisanya dicetak oleh Leonardo Bonucci dan Nicolo Barella.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.