Jelang Lawan Madura United, Arema FC dalam Kondisi Prima

0
104

Arema FC dalam kondisi campur aduk jelang laga melawan Madura United dalam lanjutan Liga 1 2019. Mereka merasa senang, karena pekan ini beberapa pemain yang absen dari cedera mulai pulih, dan kelelahan para pemain teratasi. Akan tetapi, tim ini juga sudah dipastikan kehilangan striker Dedik Setiawan dalam tempo yang lama karena segera naik ke meja operasi.

Rasa senang Arema, terutama untuk amunisi mereka di lini belakang yang kian lengkap.  Singo Edan Kalah Setelah Alfarizi mendapatkan minute play lebih banyak pekan lalu, pekan ini kondisi fullback Agil Munawar juga kian membaik.

Agil bahkan sudah turut berlatih bersama tim utama, melahap semua menu latihan tim Singo Edan. “Kondisi cedera Agil sudah pulih. Kini dia tinggal memantapkan diri dalam latihan, termasuk meningkatkan fisiknya setelah absen,” ujar asisten dokter Arema, Syech Alfin Abdillah.

Menurut dia, kondisi Agil mengalami kemajuan sesuai perkiraan, usai bermasalah pada kapsul sendi bagian lututnya, Oktober lalu. Hal itu terjadi setelah dia salah tumpuan dalam pertandingan melawan PSM Makassar, 2 Oktober 2019.

Praktis, lini belakang Arema kini lengkap setelah dua laga terakhir juga tidak ada masalah pada cedera Alfarizi. Meskipun sebagai pengganti, pemain yang sempat pulih dan cedera lagi itu kian membaik. Baca juga: Jadwal Liga 1 2019, Laga Tandang Persib Bandung dan Arema FC Sementara itu, kabar lainnya adalah jadwal operasi Dedik Setiawan sudah ditentukan. Otomatis, Arema sudah resmi harus merelakan strikernya itu absen panjang pascaoperasi. “Dedik operasi 7 November, sore.

Kami mohon doanya, agar dia cepat pulih. Perkiraan dokter akan absen 6-9 bulan,” ujar General Manager Arema, Ruddy Widodo.

Selain itu, Arema juga masih harus kehilangan amunisi di depan, karena striker Sylvano Comvalius menjalani pengobatan sinusitis di Belanda, sekaligus pemulihan hamstring. Hamka Hamza klarifikasi soal isu suap Sementara itu pada Selasa (5/11/2019) malam, Arema FC menggelar acara ramah tamah bertajuk Sambung Roso yang diselenggarkan di Pendopo Kabupaten Malang.

Acara ini dihadiri manajemen Arema, pemain dan official tim, Panpel Arema hingga barisan Forkopimda (Forum Kordinasi Pimpinan Daerah) Kabpaten Malang, hingga Aremania. Selain ajang silahturahmi acara ini juga menjadi media komunikasi dua arah antara pihak Arema dengan Aremania. Dalam acara tersebut ada beberapa topik sensistif yang dikaji dengan santai dan ringan. Salah satunya terkait isu suap pertandingan antara Arema FC melawan Badak Lampung FC pekan lalu.

Isu tersebut muncul setelah Badak Lampung menciptakan dua gol mudah pada babak pertama. Imbasnya sejumlah Aremania meluapkan kekecewaanya melalaui media sosial masing-masing. Baca juga: Klasemen Liga 1 2019, Persib dan Arema Naik Peringkat Tidak diketahui siapa yang memulai isu suap, namun hingga saat ini masih banyak komentar satir yang berseliweran mengenai isu tersebut.

Hamka Hamzah menyadari kekecewaan yang dirasakan Aremania. Ia pun menerima semua kritik dan cibiran yang dialamatkan kepada pemain. Namun menuduh pemain dan manajemen menerima suap sudah di luar batas. Karena itu, ia tidak akan diam.

“Saya lakukan klarifikasi. Banyak provokator yang menyakiti tim. Kritik ataupun cibiran kepada pemain itu hal yang wajar, itu bentuk dukungan kalian (Aremania) untuk kami supaya semangat. Tetapi kalau sudah menjurus ke fitnah itu yang tidak bisa diterima. Kami dituduh menerima suap dari Badak Lampung,” katanya.

Terakhir Hamka mengajak seluruh Aremania untuk lebih bijak dalam menanggapi hasil pertandingan. “Yang provokasi tidak bisa kami balas. Kalah jumlah, kami keluarga kalian semua,” imbuhnya. “Untuk performa di Liga 1, kami minta maaf. Tetapi liga ini belum berakhir masih bisa untuk meraih posisi 2 atau 3. Tanpa dukungan kalian akan sulit, siapa lagi yang dukung kalau bukan kalian,” tandas pemain asal Makassar tersebut.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.