Griezmann dan Coutinho: Apakah gagal di Barcelona ?

0
103

Philippe Coutinho menjadi bukti bahwa pemain yang dibeli dengan harga mahal belum tentu sukses di Barcelona. Nah, kini ancaman serius juga sedang mengintai pembelian mahal lain: Antoine Griezmann.

Pindahnya Neymar menuju ke PSG telah membuat Barcelona berjibaku di bursa transfer. Sejumlah pemain mahal harus dibeli untuk menutup lubang di lini serang yang ditinggalkan pemain asal Brasil tersebut.

Pasca Neymar, pembelian pertama yang dilakukan Barcelona yakni Ousmane Dembele. Pemain asal Prancis dibeli dengan harga 105 juta euro. Dembele sejauh ini belum mampu konsisten tetapi masih dipertahankan karena faktor usia yang muda.

Setelah itu, pada Januari 2018, klub asal Catalan membelai Philippe Coutinho. Pemain asal Brasil dibeli dengan harga 120 juta euro dari Liverpool. Lalu, pada Juli 2019, Barcelona membeli Antoine Griezmann dengan harga 120 juta euro dari Atletico Madrid.
Philippe Coutinho yang Harus Tersingkir

Kehadiran Philippe Coutinho sempat memberikan asa yang besar bagi Barcelona. Selama enam bulan pertama, pemain berusia 27 tahun tersebut mampu mencetak delapan gol di La Liga. Coutinho tampil memukau bagi publik Camp Nou.

Namun, pada musim 2018/2019 lalu, Coutinho tidak mampu berada dalam performa terbaiknya. Coutinho mulai kehilangan konsistensi ketika pelatih Ernesto Valverde memberi beban membantu pertahanan. Coutinho hanya mampu mencetak lima gol pada musim 2018/2019.

Coutinho terus mendapat kritik dari publik Camp Nou. Hubungannya dengan suporter Barcelona makin buruk, usai sebuah selebrasi yang kontroversial. Masa depan Coutinho di Barcelona mulai terancam.

Situasi bagi Coutinho kian rumit saat dia tidak mendapat dukungan dari Lionel Messi Cs yang punya pengaruh besar di tim. Lionel Messi mulai putus asa untuk mengarahkan Coutinho untuk biasa tampil sesuai gaya bermain Barcelona.
Coutinho vs Griezmann

Philippe Coutinho kini sudah dilepas, dengan status pinjaman ke Bayern Munchen. Sebagai ganti Coutinho, Barcelona membeli Antoine Griezmann dari Atletico Madrid. Kedua pemain dibeli dengan harga yang sama: 120 juta euro.

Griezmann memberi impresi yang bagus di awal kedatangannya. Namun, kini performa pemain asal Prancis mulai dianggap menurun. Dari 1047 menit kesempatan berada di atas lapangan, Griezmann baru mampu mencetak empat gol dan tiga assist.

Kontribusi Griezmann tidak berbeda jauh dari kontribusi Coutinho pada musim 2018/2019, pada periode yang sama. Countinho, dari 1080 menit di atas lapangan, mencatatkan empat gol dan tiga assist. Jumlah tersebut sama persis dengan Griezmann.

Griezmann, sama seperti Coutinho, juga disebut kesulitan masuk dalam ‘geng’ lini depan Barcelona. Pemain berusia 28 tahun tidak diterima Luis Suarez dan Lionel Messi. Hubungan mereka secara personal, dikutip dari beberapa media asal Spanyol, tidak cukup bagus.
Ada Harapan Griezmann Bakal Sukses

Meskipun dianggap berpotensi bisa menyusul kegagalan Coutinho, tetapi ada satu faktor yang mungkin akan membuat Griezmann di Barcelona. Eks pemain Real Sociedad sejauh ini bersedia bermain lebih bertahan agar bisa menyesuaikan diri dengan taktik yang diminta Ernesto Valverde.

Griezmann sejauh ini telah mencatat 34 kali pemulihan penguasaan bola. Jumlah tersebut bahkan dua kali lebih baik dibanding catatan Coutinho sepanjang musim 2018/2019 lalu. Sekilas, catatan itu menjadi bukti Griezmann lebih bertahan dari Coutinho.

Hanya saja, Griezmann juga perlu ingat bahwa dia dibeli dengan harga 120 juta euro untuk mencetak gol. Griezmann tidak diharap lebih sering melakukan tekel di kotak penalti sendiri, tetapi menendang bola ke gawang lawan.

Griezmann masih memiliki 27 laga di La Liga musim 2019/2020. Dia juga masih punya dua pertandingan El Clasico untuk bisa tampil bagus dan memikat para fans Barcelona.

Sumber: Marca

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.