Gian Piero Gasperini mendapatkan penghargaan individual yang prestisius. Sang pelatih resmi terpilih menjadi pelatih terbaik di Italia untuk musim kompetisi 2018/19. Gasperini mendapatkan penghargaan tersebut setelah berhasil membawa Atalanta finis di peringkat ketiga dalam kompetisi Serie A musim lalu.

Gian Piero Gasperini sudah menunjukkan kinerja yang luar biasa dengan Atalanta dalam beberapa musim terakhir. Keberhasilan La Dea finis di peringkat ketiga musim lalu dapat disebut sebagai puncak dalam pencapaiannya. Klub yang bermarkas di Gewiss Stadium itu berhasil mengikuti kompetisi Champions League 2019/20. Mereka juga melanjutkan kejutan yang berhasil mereka tunjukkan dengan lolos ke babak 16 besar.

Josip Ilicic dan rekan-rekannya finis di peringkat ketiga Grup C. Mereka berada dalam grup yang sama dengan Manchester City, Shakhtar Donetsk, dan Dinamo Zagreb. Keberhasilan Atalanta lolos ke babak 16 besar tidak hanya menjadi kejutan karena skuat mereka yang memiliki anggaran rendah. Namun hal itu menjadi kejutan yang luar biasa di kompetisi terbesar sepak bola Eropa karena mereka sempat mendapatkan rentetan hasil mengecewakan pada awal fase grup, dengan tiga kekalahan beruntun.

Keberhasilan tersebut semakin meningkatkan sorotan positif terhadap kinerja Gasperini dengan timnya. Gasperini pantas disebut sebagai pelatih yang tidak hanya dapat merencanakan dan menerapkan taktik yang apik, tetapi juga menjaga motivasi para pemainnya untuk terus melebihi ekspektasi. Hal ini membuatnya mendapatkan sorotan positif di Italia dan Eropa.

Seperti dilansir dari Football Italia, pencapaian yang diraih oleh Gasperini musim lalu membuatnya mendapatkan penghargaan yang prestisius. Gasperini resmi terpilih menjadi pelatih terbaik di Italia untuk periode 2018/19. Gasperini unggul atas Massimiliano Allegri, yang mendapatkan gelar Serie A kelima secara beruntun dengan Juventus. Gasperini juga unggul atas Sinisa Mihajlovic yang mampu membangkitkan Bologna pada musim lalu.

Gasperini juga berhasil membawa Atalanta ke babak final Coppa Italia. Namun mereka mendapatkan kekalahan dari Lazio dalam kompetisi tersebut.

Pada penghargaan ini, Mihajlovic finis di peringkat kedua. Mantan pelatih AC Milan itu mendapatkan penghargaan khusus setelah tetap menjalani tugasnya sebagai pelatih meskipun sedang menghadapi leukemia. Sementara Allegri finis di peringkat ketiga.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.