Mantan pelatih Timnas Inggris itu mengkritik Juventus yang takluk dari Porto di babak 16 besar Champions League. Selain itu, dirinya juga mengecam para pemain senior yang tidak terlihat selepas laga, melainkan hanya ada pemain muda yang melakukan wawancara.

Juventus harus tunduk dari Porto dengan skor 4-4 akibat kalah agresivitas gol tandang. Padahal, tim asuhan Andrea Pirlo tersebut selama kurang lebih 60 menit bermain melawan sepuluh orang pemain Porto.

Sergio Oliveira berhasil membuka keunggulan lewat titik putih yang diterima oleh Porto pada menit 19. Juventus baru membuka keran gol mereka saat pertandingan sudah memasuki babak kedua berkat Federico Chiesa di menit 49 dan 63.

Karena di waktu normal kedua tim memiliki skor aggregat yang imbang 3-3, maka Juventus dan Porto pun akhirnya memainkan babak tambahan. Memasuki menit ke-115, Sergio Oliveira sukses membawa timnya unggul setelah menceploskan bola lewat tembakan bebas.

Namun, tak lama setelah itu Adrien Rabiot sukses menyamakan kedudukan tersebut saat pertandingan memasuki menit 117. Sayangnya tim asuhan Andrea Pirlo itu gagal menambah gol dan harus mengakui keunggulan Porto untuk lolos ke fase selanjutnya karena lebih banyak mencetak gol tandang.

Selepas pertandingan, Fabio Capello yang merupakan mantan pelatih Juventus mengecam kekalahan mantan timnya tersebut. Menurutnya, kesalahan yang dilakukan oleh Juventus saat kebobolan di babak tambahan adalah sebuah hal yang tidak dapat dimaafkan.

“Itu merupakan sebuah kesalahan yang tidak dapat dimaafkan. Dulu, saya akan memilih pemain yang tidak takut dengan bola untuk menjadi pagar betis,” ucap Fabio Capello kepada Sky Sport Italia.

“Pada pemain itu jelas terlihat takut dengan bola dan mereka menghindari bola tersebut saat tendangan bebas dilakukan. Itu jelas sesuatu yang tidak bisa dimaafkan,”

Pelatih berusia 74 tahun itu juga mengkritik pemain-pemain senior La Vecchia Signora yang tidak muncul untuk melakukan wawancara selepas pertandingan. Yang muncul setelah itu justru pemain-pemain muda seperti Matthijs De Ligt dan Federico Chiesa untuk melakukan wawancara dengan media.

“Anda hanya melihat pemain-pemain muda yang muncul dan memperlihatkan wajah mereka di masa-masa sulit ini. Padahal ketika tim menang, pemain-pemain senior akan muncul untuk mengambil kredit tersebut. Sekarang para pemain senior itu tidak terlihat saat kalah.” tutup Fabio Capello.

Gugurnya Juventus di Champions League membuat mereka kini harus fokus di kompetisi domestik, yaitu Serie A dan Coppa Italia. Sebab tim asuhan Andrea Pirlo itu telah mencapai final Coppa Italia serta menempati posisi ketiga di klasemen sementara Serie A 2020/21.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.