Beranda Crystal Palace Eberechi Eze Pernah Menangis saat Dilepas oleh Arsenal

Eberechi Eze Pernah Menangis saat Dilepas oleh Arsenal

0
Eberechi Eze Pernah Menangis saat Dilepas oleh Arsenal

Pemain yang kini berusia 22 tahun itu mengaku pernah menangis ketika ia dilepas oleh akademi Arsenal saat masih berumur belia. Namun hal itu justru membuatnya kini bisa tampil di Premier League setelah musim lalu bermain luar biasa untuk QPR.

Eberechi Eze pernah mengenyam pendidikan di akademi The Gunners sebelum akademi Fulham mengontraknya pada tahun 2011 lalu. Saat itu, ia dan ibunya menangis setelah tahu bahwa dirinya harus mengakhiri petualangannya bersama Arsenal di umur yang sangat muda.

Tetapi hal tersebut malah membuatnya kini menjadi salah satu pemain yang cukup diperhitungkan di Premier League. Setelah Crystal Palace membawanya dari QPR dengan harga lebih dari 15 juta euro pada musim panas 2020 lalu.

“Saya pernah mencoba untuk bergabung beberapa akademi klub di Inggris, salah satunya Arsenal. Saat itu tentu sangat sulit ketika Arsenal melepas saya, ibu saya pun sampai menangis. Hanya perasaan kesal yang bisa saya rasakan ketika masih berumur sangat muda,” ucap Eberechi Eze dilansir dari Daily Mail.

“Tetapi jika melihat sekarang, itu merupakan langkah awal saya untuk bisa sampai disini, saya bersyukur kepada Tuhan dengan apa yang terjadi. Jika hal tersebut tidak terjadi, mungkin saya tidak akan berani untuk melangkah keluar dan mencoba sesuatu di tempat lain. Itu yang membentuk diri saya hari ini,”

“Saya semakin memahami betapa sulitnya waktu itu, tetapi begitulah jalan yang harus diambil. Selain itu saya juga menyadari bahwa ini akan menjadi jauh lebih sulit daripada yang diperkirakan, mendapatkan kontrak profesional di suatu tempat dan menjadi apa yang saya inginkan.” tutup Eberechi Eze.

Pemain berusia 22 tahun tersebut musim ini sudah tampil dalam 13 pertandingan dan telah mencetak satu gol dengan dua assist di Premier League. Saat masih berseragam QPR, Eberechi Eze sukses mencatatkan 14 gol dan delapan assist dalam 48 pertandingan di berbagai kompetisi pada musim 2019/20.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: