Persebaya menjalani pemusatan latihan hari ketiga di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta, Sleman, Sabtu pagi (18/1/2020). Berbeda dari biasanya, pelatih Persebaya, Aji Santoso, memberi porsi latihan lebih berat.

Berbagai teknik dasar menjadi menu latihan bagi Hansamu Yama Pranata dkk. Di antaranya adalah dribling, mengoper, hingga kemampuan penyelesaian akhir. Tujuan dari semua itu masih berkutat pada meningkatkan kemampuan fisik pemain.

Setelah melewati latihan dasar, pemain Persebaya telihat sangat kelelahan. Jeda waktu istirahat yang diberikan pelatih juga tidak banyak. Dalam situasi ini, Aji memberikan penawaran menggiurkan kepada anak asuhnya.

“Ayo bangun semua. Setelah ini latihan terakhir. Kalau kalian melakukannya dengan bagus, latihan nanti sore akan saya liburkan. Semuanya beranjak. Buktikan semangat dan kemampuan kalian,” demikian instruksi Aji kepada pemainnya.

Kalimat itu mendapat sambutan dari beberapa staf pelatih dan ofisial. Mereka memberi semangat kepada pemain agar bisa mendapat libur latihan pada sore hari.

Semua pemain langsung terlihat lebih bersemangat. Porsi terakhir ini menggunakan tiga teknik dasar yang telah diasah oleh pemain Bajul Ijo dalam sesi awal sebelumnya. Mereka harus mendribel bola, mengumpan pada rekan, dan melepas tembakan.

Canda tawa menghiasi latihan ini dengan ejekan pemain yang kerap menembak bola melambung jauh ke atas. Aji tidak segan-segan memberi hukuman push up bila sang pemain gagal mencetak gol.

“Kami latihan dengan instensitas tinggi. Pemain melatih speed endurance, tapi dengan bola. Speed endurance ini ada finishing juga. Tapi, saya tidak melihat itu, saya lebih melihat ketahanan pemain,” kata Aji kepada Bola.com setelah latihan rampung.

“Untuk meningkatkan ketahanan fisik pemain, tapi saya tetap menggunakan bola. Kami mengasah fisik, tapi harus memasukkan unsur sepak bola,” imbuh pelatih berusia 49 tahun tersebut.

Patrich Wanggai Bersemangat
Hasilnya tentu saja bisa ditebak. Rata-rata pemain yang berposisi sebagai penyerang dan gelandang, terlihat lebih baik dengan pergerakan dan kemampuan melepas tembakan.

Melihat jerih payah pemainnya, Aji memenuhi janji yang telah disampaikannya.

“Seharusnya, sore latihan, tapi saya lihat pemain bekerja sangat maksimal sehingga saya liburkan sampai Senin. Saya lihat mereka kerja sangat bagus, 100 persen,” ucap pelatih asli Malang itu.

Satu pemain Persebaya yang terlihat sangat bersemangat adalah Patrich Wanggai. Pergerakannya dalam dribel menunjukkan kembali kualitasnya sebagai salah seorang striker lokal dengan kemampuan mumpuni.

“Namanya pekerjaan dan harus dijalani dengan serius dan semangat juga. Latihan kami keras, tapi pelatih lebih memberi kepercayaan untuk tidak selalu serius. Ada momen serius. Ada waktunya kami bercanda,” tutur Patrich.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.