Chelsea sedang berjuang untuk bertahan di posisi empat besar Premier League. Hal ini sudah menjadi target mereka sejak awal musim. Penunjukkan Frank Lampard, manajer yang minim pengalaman, tidak mengubah target itu. Finis di posisi empat besar menjadi hal yang sangat penting bagi kondisi finansial mereka.

Chelsea memulai musim mereka dengan memuaskan. Sorotan mengenai embargo transfer yang mereka jalani nampak tidak memberikan hambatan yang signifikan. Kehadiran Lampard sebagai manajer memberikan angin segar, terutama dengan penggunaan beberapa pemain akademi yang memiliki potensi tinggi. Mason Mount, Tammy Abraham, Callum Hudson-Odoi, dan Reece James mendapatkan sorotan positif.

Klub yang bermarkas di Stamford Bridge itu juga masih menunggu salah satu prospek terbaik mereka, Ruben Loftus-Cheek, yang masih menjalani proses pemulihan. Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu diperkirakan akan kembali dalam beberapa pekan yang akan datang. Seharusnya keadaan ini memberikan dasar yang kuat bagi The Blues untuk mencapai target yang mereka inginkan.

Namun, setiap klub pasti merasakan masalah dalam berbagai tingkat sepanjang sebuah musim. Bagi The Blues, inkonsistensi pemain dan manajer dalam pemilihan taktik menjadi dua hal yang paling mencolok. Terlihat jelas bahwa klub London Barat itu membutuhkan pemain baru agar dapat meningkatkan kualitas skuat mereka karena merasakan kesulitan yang tinggi musim ini.

Manajemen Chelsea menjalani proses banding terkait embargo transfer yang mereka terima. Proses tersebut memakan biaya legal dan waktu yang cukup lama. Pada akhirnya proses banding itu berhasil mereka menangkan. Klub yang menjadi juara Europa League pada musim 2018/19 itu dapat mendatangkan pemain-pemain baru pada bursa transfer musim dingin 2020.

Terdapat ekspektasi tinggi terkait peluang rekrutmen yang dapat mereka lakukan. Posisi penyerang tengah menjadi bagian yang mendapatkan sorotan tertinggi. Beban bagi penyerang utama mereka, Tammy Abraham, sangat tinggi sepanjang musim. Sementara Michy Batshuayi yang digunakan sebagai pelapis tidak dapat tampil konsisten. Olivier Giroud yang menjadi opsi ketiga bahkan sangat jarang digunakan.

Pada akhir bursa transfer musim dingin 2020, Chelsea sama sekali tidak mendapatkan penyerang baru. Dikaitkan dengan Edinson Cavani dan Dries Mertens, tidak ada satupun pemain yang berlabuh ke Stamford Bridge. Kegagalan ini kembali menggambarkan kinerja manajemen The Blues yang dapat dikatakan buruk dalam beberapa musim terakhir terkait rekrutmen pemain.

Apabila tidak dapat segera menentukan tujuan dengan pemahaman serupa dengan Lampard, posisi mereka di papan atas Premier League akan terancam, terutama dalam jangka panjang.

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.