Bambang Pamungkas adalah Seorang Panutan

0
140

Duel antara Persija Jakarta kontra Persebaya Surabaya akan menjadi laga perpisahan bagi seorang pemain di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (17/12/2019). Ikon sepak bola Indonesia, Bambang Pamungkas, memutuskan gantung sepatu.

Musim ini telah menandai kiprah sang striker legendaris Timnas Indonesia dalam 20 tahun karier profesionalnya. Pemain yang akrab disapa Bepe itu dikenal sebagai striker lokal tajam dan menjadi andalan Tim Garuda sekaligus Macan Kemayoran.

Pelatih Persebaya, Aji Santoso, merasa salut dengan sosok kelahiran Semarang berusia 39 tahun tersebut. Aji, yang juga mantan kapten Timnas Indonesia, menilai Bepe telah menjadi teladan bagi banyak pemain muda lainnya.

“Laga ini boleh jadi perpisahannya Bambang Pamungkas sebagai pemain Persija. Kita semua tahu dan mungkin sepakat bahwa Bambang Pamungkas adalah seorang legenda, seorang andalan bagi Timnas Indonesia,” kata Aji.

”Saya melihat Bambang Pamungkas adalah pribadi yang pintar mengatur dirinya. Dia juga sangat profesional menjalani kariernya sebagai pesepak bola. Kita juga amat jarang melihat sekarang ini pemain senior yang sudah jarang main tapi tetap memberikan dukungan bagi pemain muda,” imbuhnya.

Aji dan Bepe sebenarnya dua orang berbeda generasi semasa sebagai pemain. Usia keduanya terpaut 10 tahun. Tapi, keduanya memiliki kebersamaan masuk skuat Timnas Indonesia pada Piala Asia 2000.

Saat itu, Aji sudah memasuki penghujung karier di timnas dengan usianya yang telah 30 tahun. Sementara Bepe menjadi striker muda yang baru muncul bersama Persija Jakarta.

“Seharusnya Bambang Pamungkas jadi sosok panutan bagi pesepak bola lainnya. Bagaimana dia bersikap, baik di dalam maupun luar lapangan. Saya salut dengan dia, sebagai junior saya di Tim Nasional mudah-mudahan dia sukses setelah dia tak lagi menjadi pesepak bola,” tutur Aji.
Karier Bambang Pamungkas
Selama 20 tahun berkarier, Bepe telah mempersembahkan banyak gelar untuk klub ibukota tersebut. Di antaranya Divisi Utama 2001, Piala Presiden 2018, dan Liga 1 2018. Bepe juga dikenal berkarier di beberapa klub luar negeri.

Sebut saja EHC Norad (Belanda) dan Selangor FA (Malaysia). Saat di Negeri Jiran, dia mempersemabahkan tiga trofi sekaligus pada 2005, yaitu Malaysia Premier League, Piala Malaysia, dan Piala FA Malaysia.

Sayang, Bepe tidak memberikan prestasi apapun selama kariernya di Timnas Indonesia. Selama 12 tahun di Tim Merah Putih pada 2000 hingga 2012, titel terbaiknya hanyalah runner-up Piala AFF. Itu terjadi pada edisi 2000, 2002, dan 2010.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.