Asisten Jurgen Klopp, Pep Ljinders memuji salah satu rekrutan anyar Liverpool pada musim panas tahun lalu yakni Diogo Jota. Ia menyebut pemain asal Portugal tersebut memiliki kemampuan yang tidak dapat diajarkan ke pemain lain dan dirinya dianggap setara oleh trio penyerang The Reds saat ini.

Diogo Jota direkrut dari Wolverhampton pada awal musim 2020/21 oleh Liverpool dengan harga lebih dari 40 juta euro telah memberikan dampak langsung bagi tim dalam beberapa bulan terakhir. Pemain berumur 24 tahun itu kini sudah mengoleksi sepuluh gol di Premier League dan Champions League dalam 19 penampilan.

Sayangnya sejak Desember tahun lalu, ia mengalami cedera lutut cukup parah dan mengharuskannya untuk istirahat selama beberapa bulan agar bisa pulih. Namun dalam beberapa minggu terakhir, perkembangan pemulihannya berjalan cepat dan dirinya diprediksi akan segera tampil di laga selanjutnya yang bakal dihadapi oleh Liverpool.

Performa Diogo Jota di musim pertamanya di Anfield tentu bisa dibilang cukup luar biasa karena mampu dengan cepat beradaptasi dengan strategi yang diinginkan oleh Jurgen Klopp. Bahkan Pep Ljinders selaku asisten pelatih The Reds merasa kagum dengan mantan pemain Wolverhampton tersebut karena bisa beradaptasi dengan cepat dengan gaya bermain yang diterapkan oleh Liverpool saat ini.

“Kota berada di level teknis yang sama dengan trio penyerang kami. Saya sudah berkata hal ini sebelumnya, seluruh dunia juga telah menyaksikan permainannya disini,” ucap Pep Ljinders dalam situs resmi klub.

“Beradaptasi dengan gaya permainan kami yang menekan jelas tidak mudah, tetapi ia mampu menjalankan keinginan pelatih dengan lancar sejauh ini. Ia terus berpikir untuk bergerak secepat mungkin di lapangan, kemampuan ini akan menjadi senjata mematikan bagi penyerang sepertinya,”

“Ini menunjukkan seberapa cepat dirinya beradaptasi dengan tim, begitu juga adaptasi para pemain di tim dengannya saat bermain. Kualitas murni dari individu dan tim yang bisa membuat semua itu dapat berjalan seperti seharusnya,”

Selain itu, Pep Ljinders juga mengatakan bahwa kemampuan yang dimiliki oleh pemain berumur 24 tahun tersebut tidak dapat dilatih atau diajarkan ke pemain lain. Menurutnya, kemampuan itu lahir karena intuisi dan naluri murni yang berkembang dan dimiliki oleh Diogo Jota sebagai seorang pemain profesional dalam beberapa tahun terakhir.

“Ia sering berada di waktu dan posisi yang tepat untuk mencetak gol bagi tim. Intuisi dan naluri murni tersebut tentu sangat sulit untuk dilatih, bahkan saya tidak dapat mengajarkan pemain lain hal itu jika mereka memang tidak mempunyai dua hal tersebut.” tutup Pep Ljinders.

Ketidakhadiran Diogo Jota dalam dua bulan terakhir membuat Liverpool cukup kesulitan untuk mencetak gol, sebab trio penyerang mereka pun tidak dalam kondisi yang bagus. Jurgen Klopp selaku manajer The Reds tentu berharap kepada Diogo Jota untuk segera kembali pulih dan bermain agar tim tersebut bisa finish di empat besar klasemen akhir Premier League 2020/21.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.