Musim ini, lini pertahanan Arema menjadi sorotan. Gawang Arema jebol 62 kali di Shopee Liga 1 2019. Ini merupakan sinyal bahaya bagi Arema. Pasalnua, mereka jadi tim kedua setelah Badak Lampung yang gawangnya paling sering dijebol lawan.

Padahal, tim Singo Edan ini sudah mencoba tiga kiper bergantian, yakni Utam Rusdiana, Kartia Ajie, dan Sandi Firmansyah. Khusus Utam dan Ajie, keduanya lebih dominan dapat kesempatan bermain.

Pelatih kiper Arema, Yanuar ‘Begal’ Hermansyah, buka suara terkait evaluasi anak buahnya.

“Kami tidak bicara penyebab banyaknya gol ke gawang Arema musim ini. Istilahnya, tidak ada kiper paten karena performanya tidak konsisten. Setelah 1-2 pertandingan bagus, selanjutnya bermasalah lagi,” keluh Begal.

Ditanya penyebabnya, dia melihat faktor mental jadi persoalan utama. Menurut Begal, jika sudah tampil bagus, kiper Arema seakan terlalu percaya diri. Terkadang juga tampil terbebani saat main di kandang sendiri.

“Taktik, teknik dan fisik yang dimiliki kiper langsung hilang kalau mentalnya kurang kuat. Apa yang didapat dalam latihan juga hilang semua,” sambungnya.

Namun, Begal belum bisa menjawab apakah nanti ada perombakan di sektor penjaga gawang Arema. Dia harus menyampaikan hasil evaluasinya kepada manajemen lebih dulu.

Menunggu Pelatih Baru
Artinya, belum ada posisi yang aman di sektor kiper. Utam, Ajie hingga Sandi bisa saja diganti musim depan. Bahkan, pelatih kiper juga bisa saja tereliminasi.

“Setelah saya sampaikan, manajemen nanti yang akan memutuskan,” lanjutnya.

General Manager Arema, Ruddy Widodo menyampaikan akan ada perubahan di tubuh tim pelatih. Siapa staf kepelatihan yang dipertahankan akan disampaikan beberapa hari kedepan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.