5 Pemain yang Pernah Terdegradasi Sebelum Raih Juara Premier League

Mengangkat trofi Premier League adalah sesuatu yang diinginkan oleh setiap pemain yang bermain di Inggris, tetapi hanya segelintir orang yang cukup beruntung untuk melakukannya.

0
24
premier league
81

Mengangkat trofi Premier League adalah sesuatu yang diinginkan oleh setiap pemain yang bermain di Inggris, tetapi hanya segelintir orang yang cukup beruntung untuk melakukannya.

Namun berlawanan dari itu, degradasi adalah hal yang paling tidak diinginkan seluruh pemain di Liga Inggris. Pada artikel kali ini, kita akan melihat lima pemain juara Premier League yang sebelumnya pernah merasakan pedihnya degradasi.

James Milner

Perjalanan sepakbola Milner dimulai dengan patah hati degradasi di Premier League di klub masa kecil Leeds United. Leeds menjalani musim 2003-04 yang penuh gejolak, dan Milner bersama klubnya harus merasakan degradasi di akhir musim. Meskipun dia tidak ingin meninggalkan klub, masalah keuangan memaksa Leeds menjual sejumlah pemain tim utama, dengan Milner pindah ke Newcastle dengan kontrak lima tahun.

Sejak itu, ia telah mengokohkan reputasinya sebagai salah satu pemain yang paling tak kenal lelah di lapangan dan mampu menjalankan tugas apapun. Ia berhasil menjadi juara Liga Inggris bersama Manchester City pada musim 2011–12 dan 2013–14, dan bersama Liverpool musim ini.

Michael Carrick

Carrick menjadi pemain di tim utama The Hammers di musim 2000-01. Meskipun penampilannya di lini tengah membuatnya meraih sejumlah penghargaan individu selama beberapa musim berikutnya, West Ham menderita sakit hati akibat degradasi pada musim 2002-03.

Ketika sejumlah pemain memutuskan untuk pergi dari West Ham, Carrick tetap bersama klub masa kecilnya itu di Divisi Championship dan bahkan masuk ke dalam Tim PFA of the Year untuk divisi tersebut musim itu. Namun, The Hammers kalah di final playoff, yang akhirnya mendorong Carrick untuk pindah ke Tottenham Hotspur, di mana ia menghabiskan beberapa musim sebelum pindah ke Manchester.

Andy Robertson

Robertson pindah dari Skotlandia ke Inggris pada 2014, di mana ia pindah dari Dundee United ke Hull City. Dia berperan penting dalam memenangkan promosi Hull City ke Premier League pada tahun 2016, tetapi tidak dapat mencegah mereka terdegradasi kembali setahun kemudian.

Penampilan energik dan umpan silangnya yang sangat baik di poisi bek kiri menarik perhatian Liverpool. Ia menandatangani kontrak dengan The Reds di akhir musim 2016-17, yang terbukti merupakan keputusan tepat. Tidak hanya dia mengangkat banyak trofi bersama Liverpool, dia juga membentuk pasangan bek sayap paling tangguh di dunia dengan Trent Alexander-Arnold.

Georginio Wijnaldum

Musim debutnya di Inggris adalah kesuksesan besar bagi Wijnaldum pada level pribadi ketika ia mencetak banyak gol, termasuk empat gol dalam kemenangan kandang 6-2 atas Norwich City. Namun meskipun pemain asal Belanda itu mengakhiri musim sebagai pencetak gol terbanyak Newcastle, The Magpies tetap terdegradasi ke Championship.

Ia lantas direkrut oleh Liverpool dengan kontrak lima tahun pada Juli 2016. Wijnaldum kemudian menjadi salah satu pemain paling berharga bagi Liverpool, dan memainkan perannya dalam beberapa kemenangan yang mengesankan.

Marcos Alonso

Mantan bintang muda Real Madrid itu secara mengejutkan pindah dari Santiago Bernabeu ke Bolton Wanderers pada Juli 2010, di mana ia perlahan-lahan membuktikan dirinya sebagai pemain reguler tim inti. Namun meski penampilannya sendiri bersama Bolton terus membaik, nasib timnya menurun karena mereka mengalami degradasi yang menyedihkan dari Premier League hanya dengan satu poin pada hari terakhir musim 2011-12.

Alonso tetap bersama klub selama satu musim kemudian dan merupakan salah satu pemain yang menonjol. Penampilannya yang luar biasa mendorong Fiorentina untuk membawanya ke Serie A, di mana ia mengumpulkan lebih dari 70 penampilan. Setelah itu Chelsea membawanya kembali ke Inggris pada tahun 2016. Di Chelsea, Marcos Alonso sudah melupakan patah hati degradasi, dan berhasil memenangkan Premier League, Piala FA, dan Liga Europa dengan The Blues.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.