Shin Tae-yong akhirnya resmi ditunjuk menjadi pelatih timnas Indonesia pada Desember lalu. Keputusan untuk menunjuk pria yang menangani tim Korea Selatan di Piala Dunia 2018 lalu itu memunculkan asa baru untuk peningkatan prestasi sepakbola Indonesia.

Shin Tae-yong sendiri bukan pelatih asing pertama yang ditunjuk PSSI untuk menangani timnas Indonesia. Kali ini kami akan membahas setidaknya lima sosok asing yang pernah menangani skuat Garuda dari masa ke masa.

  1. Ivan Kolev

Pria berkebangsaan Bulgaria ini pada 2019 melatih salah satu klub Liga 1 Indonesia, Persija Jakarta. Ivan Kolev memiliki dua era kepelatihan bersama Timnas Indonesia, yaitu pada 2002 hingga 2004 dan 2007 hingga 2008.

Sayangnya tak banyak prestasi mentereng yang bisa diberikan pria kelahiran 14 Juli 1958 ini. Sepanjang era kepelatihannya, pencapaian terbaik tim Garuda adalah menjadi runner up Piala AFF edisi 2002.

Ivan Kolev juga memimpin Indonesia mengikuti ajang Piala Asia 2007 saat menjadi tuan rumah bersama. Meski tidak lolos dari fase grup, pasukan Merah-Putih saat sempat meraih kemenangan atas Bahrain 2-1 pada partai pembuka.

2. Peter White

Mantan pemain Aston Villa dan Newcastle United juga pernah menangani timnas Indonesia pada tahun 2004. Prestasinya bersama timnas Thailand, dengan dua kali menjuarai Piala AFF edisi 2000 dan 2002, sebelumnya membuat ketua PSSI kala itu, Nurdin Halid, memboyongnya ke Tanah Air.

Withe memimpin Indonesia pada gelaran Piala AFF 2004 dan memperkenalkan gaya Kick and Rush liga Inggris. Pasukan Garuda tampil menawan sepanjang turnamen, namun sekali lagi kandas di babak final dari Singapura.

Eks pemain Aston Villa pada pertengahan 80an ini pula lah yang memberikan kesempatan Boaz Solossa untuk tampil di timnas saat tidak memiliki klub kala itu.

Baca Juga – Timnas Indonesia: Rangkaian Pertandingan dengan Shin Tae Yong

3. Alfred Riedl

Pria Austria ini pertama kali ditunjuk menangani timnas Indonesia pada 4 Mei 2020. Saat itu dia juga bertaggung jawab memimpin tim U-23.

Tugas turnamen pertama Alfred Riedl adalah memimpin Garuda pada gelaran Piala AFF edisi 2010 di mana Indonesia kembali hanya menjadi runner up setelah kalah dari negara serumpun Malaysia dengan agregat 2-4.

Riedl hanya bertahan selama 14 bulan sebelum digantikan Wim Rijsbergen. Namun dia kembali pada Desember 2013 sebelum kembali dipecat setahun berselang dengan kegagalan Indonesia menembus fase gugur Piala AFF edisi 2014.

Itu bukan terakhir kalinya Riedl bertugas sebagai pelatih timnas Indonesia. Pada 2016 setelah menandatangani kontrak setahun dia kembali membawa Indonesia ke final AFF (2016), dan kembali gagal juara setelah takluk dari Thailand. Kontraknya tidak diperpanjang setelah turnamen berakhir.

4. Luis Milla

Pria asal Spanyol ini merupakan mantan pemain dari dua klub raksasa La Liga, Barcelona dan Real Madrid. Dirinya ditunjuk menjadi pelatih Indonesia pada 21 Januari 2017 dengan menandatangani kontrak dua tahun.

Kedatangan Luis Milla disambut positif para pecinta sepakbola Indonesia karena sang pelatih diharapkan mampu menerapkan dasar-dasar kualitas seorang pesepakbola kepada para pemain. Pengalamannya menangani timnas Spanyol U-19 dan U-21, serta mengantarkan tim yang disebutkan terakhir menjuarai Piala Eropa U-21, adalah alasannya.

Sayangnya PSSI tidak cukup bersabar untuk menantikan hasil kerja Luis Milla. Pria kelahiran 12 Maret 1966 itu dipecat pada Oktober 2018 dengan isu penunggakan gaji mengiringi kepergiannya.

5. Simon McMenemy

Dia adalah pelatih asing terakhir timnas Garuda sebelum penunjukkan Shin Tae-yong. Prestasi Simon membawa Bhayangkara FC menjuarai Liga 1 Indonesia 2017 mendarik perhatian pengurus PSSI.

Pada 20 Desember 2018, McMenemy ditunjuk oleh PSSI sebagai pelatih kepala tim nasional Indonesia, menggantikan Bima Sakti. Sekali lagi, usia kepelatihan seorang pelatih timnas Indonesia hanya seumur jagung setelah PSSI memutuskan untuk memecat McMenemy pada 6 November 2019. Pemecatannya dikarenakan performa tim nasional yang memburuk selama kualifikasi Piala Dunia 2022, tak lama setelah Indonesia diumumkan mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.