3 Alasan Merosotnya Performa Madura United

0
131

Madura United tampil di bawah performa biasanya selama bulan November 2019. Empat kali bertanding di Shopee Liga 1 2019, empat kali pula klub berjulukan Laskar Sape Kerap itu harus menerima kekalahan alias tanpa poin.

Kekalahan itu diderita masing-masing ditekuk 0-2 oleh Persipura Jayapura, 0-2 dari Arema FC, 1-2 kontra Bhayangkara FC, dan terakhir 0-3 oleh Badak Lampung. Madura United tercatat hanya mampu mencetak satu gol dalam empat laga itu.

Secara performa, Madura United mengalami masalah dengan absennya para pemain kunci. Duo gelandang andalan mereka, Zulfiandi dan Syahrian Abimanyu, harus membela Timnas Indonesia U-22 yang tampil di SEA Games 2019.

Faktor itu diakui oleh Rasiman, pelatih Madura United, sebagai satu dari sekian penyebab menurunnya penampilan Greg Nwokolo dkk.

“Zulfiandi dan Abi adalah pemain sentral kami di lini tengah. Tanpa saya mengangap remeh pemain lain, harus diakui dua pemain itu berpengaruh terhadap tim. Sekarang, mereka terbukti menjadi andalan Timnas Indonesia U-22,” kata Rasiman kepada Bola.com.

Dua pemain tersebut saat ini memang selalu menjadi pilihan utama pelatih Indra Sjafri di lini tengah. Ditambah Evan Dimas, mereka bertiga menjadi trio gelandang yang membuat Timnas Indonesia U-22 menang 2-0 atas Thailand dan Singapura.

Pemain Kunci Banyak yang Cedera

Masalahnya, pemain yang absen tidak hanya Zulfiandi dan Syahrian Abimanyu. Striker Beto Goncalves juga terpaksa menepi selama dua bulan akibat cedera. Padahal, Beto merupakan ujung tombak andalan Madura United dengan sumbangan 13 gol.

Belum lagi, Madura United juga terpaksa bermain tanpa kekuatan penuh karena cedera atau akumulasi kartu kuning pemain yang silih berganti. Stoper Fandry Imbiri juga harus absen sampai akhir musim akibat cedera lutut.

“Peran penting mereka itu sangat terasa di tim inti. Kami memang punya pemain pelapis di skuat ini, tapi tentu berbeda. Kebanyakan mereka adalah pemain muda yang minim jam terbang dan saya harus membuat tim ini tetap stabil,” ucap Rasiman.

“Di semua tim lain pasti akan kesulitan kalau pemain kuncinya absen. Masalah kami adalah stok pemain pelapis. Saya terpaksa menurunkan pemain muda yang jelas butuh jam terban dan pengalaman bermain di Liga 1,” imbuh pelatih berusia 44 tahun itu.

Rasiman kemudian beberapa kali memberi kepercayaan kepada dua pemain jebolan Madura United U-20 yang belum mendapat kesempatan sebelum Rasiman menangani tim senior. Di antaranya adalah stoper Kadek Raditya dan pemain sayap Kevy Sahertian.

Hal itu kemudian berdampak pada dua hal yang menjadi kelemahan Madura United selama mengalami empat kekalahan. Pertama, mesin permainan kurang berjalan. Kedua, banyak peluang yang terbuang cuma-cuma.

Lini Tengah Tak Segarang Biasanya

Permainan lini tengah tidak segarang sebelumnya. Laskar Sape Kerap masih memiliki Asep Berlian, Slamet Nurcahyo, dan Diego Assis. Sayang, mereka tidak bisa membuat tim kembali menemukan performa ciamik.

Demikian halnya dengan trisula lini depan yang mengalami kemerosotan. Aleksandar Rakic yang diharapkan bisa menjadi tumpuan gagal memberi kontribusi, meski satu gol dalam empat laga itu merupakan sumbangannya.

Pemain lain seperti Greg Nwokolo mulai kelelahan menjalani jadwal padat Liga 1. Pemain sayap Andik Vermansah tidak lagi menemukan permainan terbaiknya setelah tidak membela Timnas Indonesia.

“Itu memang masalah kami. Saya tidak bisa memaksa pemain, tapi tetap berusaha mencari solusi momen buruk yang kami lewati ini. Saya yakin tim ini masih bisa berjuang untuk kembali ke jalur kemenangan,” ucap Rasiman.

Akibat hasil buruk itu, Madura United kini tertahan di peringkat keempat klasemen sementara dengan 44 poin dari 29 pertandingan. Ujian mereka untuk kembali meraih tiga poin sudah di depan mata dengan menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan, Senin malam (2/12/2019).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.