Banyak klub top di Eropa yang berlomba-lomba untuk mendatangkan pemain mahal demi mendapatkan kualitas yang bagus untuk timnya. Tetapi adakalanya sebuah klub melakukan sebuah kesalahan untuk mendatangkan pemain dengan harga yang tinggi.

Bahkan ada beberapa pemain yang setelah didatangkan oleh klub tersebut performanya justru semakin memburuk. Berikut ini adalah sepuluh pembelian pemain terburuk yang dilakukan oleh klub top Eropa.

1. Ricardo Kaka

Pembelian pemain terburuk

Pembelian pemain terburuk pertama adalah mantan bintang timnas Brasil yang bersinar di AC Milan, Ricardo Kaka. Didatangkan oleh Real Madrid dengan biaya sebesar 67 juta euro, Kaka gagal memenuhi ekspektasi Los Blancos pada saat itu.

Ketika bermain bersama AC Milan, pemain asal Brasil itu berhasil mencatatkan 104 gol serta 85 assist dari 307 pertandingan juga meraih penghargaan Ballon D’or setelah AC Milan meraih Liga Champions Eropa.

Tetapi ketika bergabung dengan Real Madrid, Kaka hanya bisa mencetak 29 gol dari 120 pertandingan dan hal itu membuatnya dilepas oleh klub tersebut pada 2013 secara gratis.

2. Fernando Torres

Setelah tampil gemilang bersama Liverpool, Fernando Torres gagal tampil ke performa terbaiknya saat bergabung Chelsea. Dibawa dengan biaya sebesar 58 juta euro, penyerang asal Spanyol tersebut hanya mencetak sebelas gol untuk The Blues di musim perdananya.

Fernando Torres mengakhiri karirnya di Liga Jepang bersama Sagan Tosu karena penampilannya terus menurun setelah hengkang dari Liverpool.

3. Philippe Coutinho

Berikutnya adalah pemain Brasil yang saat ini tengah memperkuat Bayern Muenchen juga termasuk salah satu pembelian pemain terburuk oleh klub top Eropa. Dia adalah Philippe Coutinho yang dibeli oleh Barcelona dari Liverpool dengan biaya 145 juta euro dan menjadikannya pemain termahal kedua dunia saat ini.

Tetapi setelah bergabung di Barcelona, Coutinho tidak mampu mengangkat performa tim dan terancam dijual pada akhir musim 2019/20 ini. Bahkan sang pemain kabarnya sudah meminta kepada Jurgen Klopp untuk membawanya kembali ke Anfield musim depan.

4. Andriy Shevchenko

Penyerang asal Ukraina ini sangat diharapkan bisa membawa Chelsea di awal kedatangannya pada tahun 2006 lalu. Tetapi sayangnya Andriy Shevchenko mengalami nasib yang sama seperti Kaka setelah sukses dan memilih hengkang dari AC Milan.

Peraih Ballon D’or 2004 tersebut hanya mencetak 14 gol di tahun pertamanya berseragam Chelsea dan pada 2009 lalu Shevchenko dilepas secara gratis. Padahal di musim sebelumnya, pemain tersebut menjadi mesin gol bagi AC Milan dengan catatan 29 gol serta 10 assist.

5. Alexis Sanchez

Alexis Sanchez juga merupakan salah satu pembelian pemain terburuk yang pernah dilakukan oleh Manchester United. Pemain timnas Chile tersebut mendapat bayaran sebesar 28 juta euro sejak bergabung dengan Manchester United setelah ditukar dengan Henrikh Mkhitaryan dari Arsenal.

Tetapi performa penyerang berusia 31 tahun tersebut sangat buruk dan kini sedang dipinjamkan ke Inter Milan. Dalam dua musim bersama Manchester United, Sanchez hanya bisa mencetak lima gol dan sembilan assist dari 45 pertandingan.

6. Ciro Immobile

Tampil mengesankan selama satu musim memperkuat Torino, Dortmund tergiur untuk membawa Ciro Immobile dari Torino pada tahun 2014. Tetapi pemain Italia yang dibawa dengan biaya sebesar 18 juta euro tersebut hanya meraih sepuluh gol bersama Die Borussen kemudian dijual ke Sevilla setelahnya.

Tetapi saat ini, Ciro Immobile menjadi salah satu pemain mematikan di Serie A bersama Lazio walaupun pernah menjadi salah satu pembelian pemain terburuk bagi Dortmund . Musim ini penyerang berusia 30 tahun tersebut telah mencetak 27 gol dan membantu Lazio berada di posisi kedua klasemen sementara.

7. Angel di Maria

Bukan hanya Alexis Sanchez yang menjadi salah satu pembelian pemain terburuk bagi Manchester United karena sebelumnya ada Angel di Maria. Penyerang berkebangsaan Argentina itu dibawa oleh Manchester United dari Real Madrid dengan biaya sebesar 75 juta euro tetapi tidak mampu tampil seperti yang diharapkan sebelumnya.

Angel di Maria hanya bermain di Manchester United selama satu musim dan hanya memainkan sebanyak 32 pertandingan. Karena penampilannya tidak begitu baik, pemain tersebut pada akhirnya dijual ke PSG pada tahun 2015.

8. Memphis Depay

Setelah kepergian Angel di Maria pada 2015, Manchester United lagi-lagi melakukan pembelian pemain terburuk di tahun yang sama. Kali ini mereka mendatangkan penyerang muda yang saat itu bersinar bersama PSV Eindhoven, Memphis Depay.

Sayangnya saat itu, Depay hanya bisa meraih tujuh gol dalam 53 pertandingannya bersama Manchester United selama dua musim. Tetapi penampilan pemain yang kini berusia 26 tahun tersebut kembali mengesankan bersama Lyon sejak bergabung dengan klub tersebut pada 2017 lalu.

9. James Rodriguez

Pemain timnas Kolombia tersebut masih belum menemukan penampilan terbaiknya sejak bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2015. James Rodriguez bisa dibilang salah satu pembelian pemain terburuk sepanjang sejarah Real Madrid.

Dibawa dari AS Monaco dengan biaya sebesar 75 juta euro, James tidak dapat tampil bagus setelah menjalani musim keduanya bersama Real Madrid. Bahkan sejak tahun 2015, James pernah dipinjamkan ke Bayern Muenchen selama dua musim karena tidak bisa tampil bagus hingga sekarang.

10. Hirving Lozano

Pembelian terburuk pemain klub top Eropa terakhir adalah Hirving Lozano yang dibawa Napoli dari PSV dengan biaya sebesar 28 juta euro. Napoli mendatangkannya karena penyerang berkebangsaan Meksiko tersebut sempat menjadi mesin gol PSV dengan raihan 17 gol dan sebelas assist di Eredivisie musim 2018/19.

Namun setelah bermain di Serie A, Hirving Lozano hanya tiga gol dari 23 pertandingan bersama klub tersebut di berbagai kompetisi.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.